Satu Rasa, Kala Hujan

Satu Rasa, Kala Hujan

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
Pernah merasa tersiksa karena hujan deras yang menghambat aktifitas? Tapi bagaimana jika hujan itu sendiri mendatangkan rasa aneh yang seenaknya bertengger tanpa izin. Aku, gadis biasa yang sangat merasa beruntung terjebak dalam hujan, tapi aku juga merasa sesak kala hujan itu sendiri yang menyakitiku kala itu. Pantaskah aku bahagia? mengapa langit saja tak mengijinkanku untuk tersenyum. Tapi aku beruntung hujan jugalah yang membantuku menutupi air mata yang tak henti-hentinya terjatuh. Yuhuuuuu ini cerita pertama gue, prolognya baku banget kan:v, tapi tenang di cerita ini bahasa yang gue gunakan bahasa santai kok. Udah itu aja. Happy reading guys:v
All Rights Reserved
#11
cowokmanja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Rain W H E R E Are YOU ?
  • ✔ Lovemorphosa [completed/revised]
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • Rainasta
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Gadis Hujan
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Alena, Si Gadis Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines