Endless Love

Endless Love

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jadinya bagi orang yang tidak pernah jatuh cinta dan sangat membenci cinta seperti Desta Agung Handoko malah terjebak olah kata-kata nya sendiri ketika bertemu dengan Kinara Ayu Larasati, gadis yang selalu membuatnya keringat dingin bahkan membuat debaran di dada nya tak menentu. Ibarat pepatah , Desta sekan "Menjilat ludah sendiri" sehingga dia mabuk kepayang oleh cinta, ketika magnet cinta menariknya kuat menuju pusaran Cinta yang teramat dalam, mampukah Desta mempertahankan Ego dan logika nya atau mengalah pada Hati dan nurani nya ? Desta dan Kirana, dua anak manusia yang berusaha bersama diatas lika-liku cinta, dendam dan air mata. Tidak ada yang bahagia sebelum ada yang terluka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Narasi patah hati
  • Good Bye Kinara (END)
  • Saturn's Rings
  • Ketika Pangeranku Bernama Baby Grey
  • It's Sweet Long Time
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Nara
  • Yes, That's Love
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines