Status: In revision NOVEL NOKTAH CINTA Dua jiwa saling melengkapi dan berjanji untuk sehidup semati, Nur Fayna Mardhiha dan Muhammad Nadeym bin Malik. Sebuah nahas merenggut segala. Takdir merampas bahagia yang mereka cipta bersama. Yang patah mungkin tumbuh namun denyutan rasa tidak akan pernah sama tatkala cinta itu sendiri menjadi nadi yang berdenyut pada setiap hembusan nafas. Muara jiwanya selamanya menyeru nama itu. Dia terus menanti di setiap senja yang mereka cintai; sehinggalah takdir mempertemukan dia dengan seseorang yang mempunyai paras serupa dan saling tidak tumpah. " Nadeym - ", nama itu dia sebut kembali. Jemari itu melayang lembut di udara; dengan jarak seinci dari raut wajah bujur sirih itu. " awak, telah kembali ", pendar jingga membiasi raut wajah yang terlayar di hadapan mata. "maaf; saya bukan insan yang cik sebut itu. Cik telah tersilap orang ", Irfan memalingkan tubuh dan enggan memandang ke arah dirinya. Fayna terkunci dalam sebuah afsun pandang; " wajahmu begitu persis dengannya; kau menghidupkan kembali sebuah rasa yang ingin aku lepaskan pergi ". Angka waktu terus berdetak; memberi nafas baharu untuknya tumbuh kembali dari sebuah rasa kehilangan. Seiring berjalannya waktu, lembar demi lembaran mengenai misteri pemergian bekas tunangnya terungkai satu demi satu dan menyingkap sebuah rahasia paling gelap di sebalik tabir. " aku tak percaya Nadeym dah tiada. Kita tak jumpa jasad dia " - Fayna. " siapa kau sebenarnya? Kenapa, kau muncul dalam hidup dia ? Kau .. sepatutnya dah mati ! " - Aiman. " tak kira siapa kau, kau tak layak muncul dalam hidup dia ! " - Fakiah " aku bukan dia. Dan, dia bukanlah aku " - Irfan " Muara hatiku akan selamanya menyeru namamu. Kasih yang kau tiupkan berdenyut di setiap hembusan nafasku " - Fayna Mardhiha. " Andai muara hatiku tidak mampu menyahut seruan cintamu lagi, masihkah kau menantiku di pelabuhan cinta kita ? " - Nadeym.
More details