Surat Yang Tak Pernah Terbalas

Surat Yang Tak Pernah Terbalas

  • WpView
    Leituras 347
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, out 4, 2019
Ditulis oleh : Nestapa Pernahkah kau berpikir dan bertanya-tanya pada Tuhan dan dirimu sendiri, mengapa dirimu dilahirkan ke muka bumi ini dengan penuh senyuman? Pernahkah kau berpikir dan bertanya-tanya pada Tuhan dan dirimu sendiri, mengapa ada orang yang pernah dihadirkan dalam hidupmu lalu ia hanya datang untuk singgah dan memperbaiki hidupmu lalu kemudian pergi menghilang begitu saja? Kupikir, semua akan bertanya-tanya mengapa aku selama ini menulis. Salam hangat dariku.
Todos os Direitos Reservados
#52
nestapa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Misteri- US
  • OUR HAPPINESS?
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Sampai Sini [End]
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • CERPEN (END)
  • Puja Puji Palsu
  • [END] Blind Rainbow

Suatu hari kita dipertemukan oleh hujan, di bawah hujan, kita saling pandang. Kau ibarat payung, membuatku merasa teduh setiap kali dingin mengigilkan. Kita adalah sepasang rindu tanpa ikatan. Seringkali aku membatin, haruskah ku tanyakan perihal rasamu, mengapa kau selalu ada memenuhi segala kebutuhanku. Tuhan teramat baik. Tanpa waktu yang lama, kita akhirnya dipertemukam lagi, kali ini pertemuan yang sangat romantis. Kau memintaku menjadi pendamping hidupmu. Aku merasa beruntung, masih bernafas hingga detik ini. Tidak secuilpun, bahwa hidup bersamamu akan menjadi sebuah kenyataan. Lagi - lagi Tuhan teramat baik, dia berikan aku kesempatan membina keluarga sederhana bersamamu, bukan lagi hujan yang menciptakan romantisnya, namun pelukanmu adalah sebuah keromantisan yang setiap saat ku rasakan. Baru sejenak, karena Tuhan begitu sayang kepadaku. Sepulang dari Honeymoon, Tuhan menguji dengan perpisahan kita setelah honeymoon yang terasa begitu manis. Ingin ku sesali hari itu, andaikan saja begitu bathinku selalu bersuara. Namun, aku tidak ingin menjadi manusia yang tidak tahu diri. Sekarang aku hanya bisa mengikhlaskan, sembari menunggu benihmu yang tumbuh di perutku bisa menatap dunia. Aku tak sanggup lagi membaca deary yang ku pegang saat ini, yang ternyata adalah deary ibuku sendiri. Perlahan semuanya berlalu. Aku kehilangan arah dan tujuan. Semua berubah, kehidupanku. Hingga pada akhirnya, aku tersadarkan. Bahwa tidak ada surat ibu ke koran, tiada deary, tidak ada ibu angkat yang jahat, juga tidak ada kisah cintaku bersama Alex. Orang yang ku benci selama ini adalah ibu, perempuan yang melahirkanku. Perempuan yang masih bisa menatapku dengan penuh cinta, disaat suaminya, Ayahku. Harus meregang nyawanya karenaku. Semua ulahku, andai saja aku mendengarkan permintaan ibu untuk tidak menjalin hubungan dengan Arkan, ini tidak terjadi. Pasien skizofrenia ! Aku melangkah gontai, mengikuti langkah kaki perawat yang memanggilku.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo