We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KEY
  • WpView
    Reads 4,227
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING!!! JIKA KAMU TIDAK MENYUKAI CERITA SEDIH, SILAHKAN TINGGALKAN CERITA INI! Sepanjang jalan Keyla hanya bisa menangis meratapi hidup yang tengah ia jalani ini, tidak ada kebahagian yang menghampirinya sedetik pun. Tidak ada kerinduan yang ia rasakan mendapatkan balasan. Tidak ada kehangatan keluarga yang ia rasakan. Langkah kaki Keyla terus melaju tanpa arah. Air mata di pipinya terus mengalir, kali ini ia tidak lagi menahan itu. Ia biarkan isak tangis keluar sesuka hati, air matanya lepas landas semaunya. Keyla hampir kehilangan akal sehat. Ia berjalan bagaikan tidak peduli lagi dengan semua hidupnya, seketika ia lupa tentang semua perjuangan untuk adik-adiknya. Hanya ada kata "Lebih baik aku mati saja!" dalam benaknya. Copyright © Ladyyohana 2019 ~Ranking~ •6 in Pederitaan [7 November 2019] •27 in Perempuan [7 November] •31 in Perempuan [16 Oktober 2019] •46 in Perempuan [7 Oktober 2019] •315 in Sedih [17 Oktober 2019] •759 in Fiksi Remaja [03 Desember 2019] First Publish 03 Oktober 2019
All Rights Reserved
#918
kebahagiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan Sastra✔
  • LAKUNA
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • SELF LOVE
  • ARUMILA
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Rintik Hujan
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • FIZYA

[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines