Hello, Professor (TERBIT)

Hello, Professor (TERBIT)

  • WpView
    MGA BUMASA 3,526,606
  • WpVote
    Mga Boto 131,566
  • WpPart
    Mga Parte 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Nov 5, 2020
BEBERAPA PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN Pertemuan pertama Kara dengan seorang dosen di kelab malam. Aaron Mahadiputra. Pria berumur tiga puluh lima tahun yang sudah mendapati gelar seorang Professor dibidang sastra. Kara pikir, Professor yang akan ditemuinya adalah pria berumur enam puluhan, dengan kepala setengah pelontos, perut buncit, bau minyak angin. Nyatanya, Kara salah. Semua diluar ekpetasinya. *** Pertemuan pertama Aaron dengan seorang mahasiswi di kelab malam. Kara Arumi. Gadis berusia 22 tahun yang ingin segera menyelesaikan skripsinya. Aaron pikir, mahasiswi yang menemuinya adalah gadis dengan tubuh yang molek, wajah yang menggairahkan, seperti gadis-gadis di kelab malam. Nyatanya, Aaron salah. Semua diluar ekspetasinya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Ardi & Ara [End]
  • Married For Stimulate
  • Been Through · osh✔ [ TELAH TERBIT ]
  • Pak Pacar [TERBIT]
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • My buggers
  • Boom Boom Heart
  • Filosofi Jodoh
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • decision

Seharusnya hari itu Ara mengecek notifikasi kelasnya. Seharusnya Ara tahu akan sikap dosennya yang suka telat masuk. Masih banyak seharusnya yang Ara sesali. Dan yang paling penting, seharusnya Ara lebih berhati-hati agar tak menyerempet mobil mewah milik Ardi. Buntut dari kecerobohan Ara mengantarnya menjadi babu Ardi selama satu semester berlangsung. Dan Ara tahu ini keputusan besar paling bodoh yang pernah ia buat. *** "Ra, gue sakit," ucap Ardi serak diujung sana. Ara mengernyitkan dahi bingung. "Hubungannya sama gue apa?" "Gue sakit bego," ucap Ardi kesal. "Kerumah gue." "Enak aja nyuruh-nyuruh," bantah Ara. "Lo itu-" "Babu," balas Ara kesal. "Gue kesana." Tut. Panggilan terputus secara sepihak. Ara menutup telepon dan berdecak kesal. Ia memilih untuk bersiap-siap menuju apartemen Ardi. Bisa ngamuk majikannya itu jika ia tidak datang. *** Januari 2021

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman