Story cover for Hello, Professor (TERBIT) by putripurbo
Hello, Professor (TERBIT)
  • WpView
    Reads 3,526,312
  • WpVote
    Votes 131,566
  • WpPart
    Parts 50
  • WpView
    Reads 3,526,312
  • WpVote
    Votes 131,566
  • WpPart
    Parts 50
Ongoing, First published Oct 03, 2019
BEBERAPA PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN

Pertemuan   pertama Kara dengan seorang dosen di kelab malam. Aaron Mahadiputra. Pria berumur tiga puluh lima tahun yang sudah mendapati gelar seorang Professor dibidang sastra.

Kara pikir, Professor yang akan ditemuinya adalah pria berumur enam puluhan, dengan kepala setengah pelontos, perut buncit, bau minyak angin. Nyatanya, Kara salah. Semua diluar ekpetasinya.

***

Pertemuan pertama Aaron dengan seorang mahasiswi di kelab malam. Kara Arumi. Gadis berusia 22 tahun yang ingin segera menyelesaikan skripsinya.

Aaron pikir, mahasiswi yang menemuinya adalah gadis dengan tubuh yang molek, wajah yang menggairahkan, seperti gadis-gadis di kelab malam. Nyatanya, Aaron salah. Semua diluar ekspetasinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Hello, Professor (TERBIT) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Harta Tahta Alita by Laila_Powter
45 parts Complete
COMPLETED ✓ Ini bukan cerita tentang perebutan harta, bukan juga tentang berebut kedudukan atau tahta. Tapi ini cerita tentang tiga laki-laki tampan dalam satu rumah yang berebut hati Alita. "Gue dulu, jadi Alita itu milik gue!" hardik pria yang mengenakan seragam putih abu-abu, ia menggenggam tangan Alita. "Gak bisa. Lo terlalu bocah buat, Al," balas Gilang, ia menarik tangan kiri Alita hingga lengan gadis itu menabrak dada yang kokoh untuk laki-laki seumurannya. "Ehh ... Ehhh." Mereka saling menarik tangan Alita hingga membuat sang empunya kesakitan. Grep. Mata Alita membulat lebar tatkala merasakan tangan kekar melingkar di perutnya. "Berhenti. Kalian gak boleh ngarep dapetin Alita," tukas Adnan, ia menatap tajam kedua adiknya. "Pergi sana," katanya lagi. "Gak!" balas Gilang dan Alif kompak. "Ini perintah! Kalian gak boleh membantah!" Adnan menunjukkan sipat kepemimpinannya, hingga kedua adiknya mengangguk dan perlahan melepaskan tangan Alita kemudian berlalu meninggalkan mereka. "Tangan kamu sakit ya?" tanya Adnan, ia masih memeluk Alita. Gadis itu hanya mengangguk. Pria bertubuh seksi itu mengecup ceruk lehernya kemudian menenggelamkan wajahnya disana. Batin gadis itu berteriak, dipeluk Adnan dari belakang seperti ini sangat tak baik untuk kesehatan jantungnya. "Akan saya pastikan tidak ada yang bisa miliki kamu, kecuali aku, Al," katanya. Alita menoleh spontan ke samping saat mendengar itu, matanya membulat lebar dan dia? Tercipta senyum smirk di bibir tipisnya kemudian-- "Hmppphh.." Pria itu mengecup bibirnya hingga ia semakin membulatkan mata lebih besar, lalu memejamkan mata saat merasakan lidahnya yang mulai memasuki mulut, mengabsen gigi-gigi Alita yang berderet rapih hingga tubuh gadis itu memanas. Gimana? Penasaran? Baca dan jangan lupa tinggalkan votmennya 😘
𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔ by kosongtujuh_
19 parts Complete
(Romance-Comedy) [AZURA POV] 🔎 Kata Enyak, "Pados itu mantu-able pisan, Ra. Kamu mending sama Pados aja, daripada sama pacar enggak jelasmu itu." Bener, sih. Siapa yang enggak terpesona dan jatuh cinta sama Doi kalau pertama liat bibirnya aja udah kiss-able banget? Mata siapa yang enggak molotot sekaligus jatuh cinta? Doi itu gantengnya ampun-ampunan. Bahkan gue aja terperosok dalam pesona dia. Tapi untung aja, gue bukan bucinnya Pados, karena gue bucinnya Kesayanganku. Muach. Tapi Enyak bilang, dia lebih setuju sama Pados yang udah dapat sertifikat halal Mertua. Yaitu, Mantu-able. Pokoknya Kesayangan gue enggak boleh kalah sama Doi! Sampe-sampe gue lakuin banyak cara supaya Enyak kasih sertifikat halal Mertuanya buat Kesayanganku juga. Tapi.. itu juga kalau enggak ada hambatan. Karena ada hambatan, jadi gue setuju-setuju aja sama Enyak. Bahwa sertifikat halal Suami dan Sertifikat halal Mertua itu jatuh kepada... Teng.. Teng.. Teng.. Muhammad Ramadan Aldebaran. 🔎 "Hikmah dari kejadian ini itu...." Pak Rama gantungin ucapannya dan tanpa gue sadarin gue nunggu kelanjutannya sambil deg-degan. Gue enggak mau mikir yang aneh-aneh, takut kena php lagi. "... kejadian malem ini bisa buat saya deket sama kamu lebih lama lagi, Azura." Gubrak! Gue megangin pinggang gue yang sakittt banget. Enggak elit banget, sumpah! Masa karena terlena denger suara lembut Pak Rama gue jatuh terjun bebas, sih? Bukannya nolongin gue, Pak Rama malah ketawa puas bahkan mukanya ampe merah. Sue banget sih, gue. Perasaan momen gue sama Pak Rama itu enggak ada elit-elitnya. Enggak ada momen romantis yang tercipta gitu. Gue tahu dalang utamanya siapa, sih. 🔎 NOTE: CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN OTAK DUA GIGA INI, OKKAY? CAW LANGSUNG BACA AJA, YEEHHH💜😘. COVER: CANVA
You may also like
Slide 1 of 10
decision cover
RUMORS [END] cover
Pak Pacar [TERBIT] cover
Harta Tahta Alita cover
MADOS [TERBIT] cover
My Body My Choice cover
Married For Stimulate cover
Sugar Auntie cover
The Sexy Lecturer Is Mine cover
𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔ cover

decision

13 parts Complete Mature

BEBERAPA PART SAYA HAPUS UTK KEPENTINGAN PENERBITAN apa bisa kita mengubah keputusan seseorang? Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading