Gold Finger

Gold Finger

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 8, 2019
Ini cerita pertama saya Kalau ada yang baca ya Alhamdulillah, kalau tidak ada juga tidak jadi masalah Cerita ini hanya buat mengalihkan rasa bosan saja sih sebenarnya 😆 Bagaimana aku akan menjalani hidup, ketika semua apa yang kulakukan tidak pernah ada yang peduli. Apa yang harus aku lakukan?, apa yang membuat aku begitu tidak di perhitungkan. Bahkan ketika kamu tidak pernah menjadi perioritas orang tua mu sendiri. Bagaimana kita akan di cintai orang lain, jika orang tua yang kita miliki saja tidak mencintai kita. Tuhan, apa hidup sepeti ini. Menggapa dunia begitu kejam? Apa lagi ketika seseorang yang kamu cintai mengatakan "Tidak akan ada satuorang pun yang akan menyayangi mu", ini sungguh menyakitkan. Aku ingin pergi, tapi tak punya tujuan. Coba jelaskan apa salahku Tuhan? Aku hanya memilikimu, Sang Penentu Takdir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • FRIENDzone (Completed)
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Berjalan Bersama Bayangmu
  • Amour (COMPLETE)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • About kevin (End)✅
  • A Fractured Soul
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Satria Dirgantara [Complete]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines