Saya Berbicara

Saya Berbicara

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 8, 2019
Semesta, saya izin berbicara dengan sepi, ya? Boleh kan? Ah, tentu saja. Semesta, di sini ruang saya berbicara. Namanya, kertas. Nanti pena yang saya beli beberapa waktu lalu akan menari di panggung kosong itu.Tidak hanya itu, hati saya ikut bernyanyi, sungai di pelupuk mungkin bisa jadi saksi. Oh tidak, sepertinya saya akan membuat bendungan di pelupuk, agar kiranya sungai itu tak mengalir. Halah persetan dibilang jahat.
All Rights Reserved
#149
saya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • bait-bait sajak yang lahir di pagi buta
  • Sasmita Nivriti
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Almost.
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Diksi Dalam Sepi
  • PROSA

Bagaimana cara sederhana kita bertemu? Bagaimana cara semesta membuat kita bersatu? Bagaimana cara aku memandangmu setelah itu? Bagaimana cara kau buat aku menjatuhkan hati padamu? Bagaimana cara kita saling terjebak dalam rindu? Bagaimana cara kita akan dihadapkan pada pilu? Bagaimana cara menjaga patah hati terperangkap dalam bisu? Maaf jika tulisanku ini jauh dari kata sempurna. Karena semua yang tertulis di sini hanya berasal dari jari. Masih banyak kata yang tidak bisa tertuang karena oleh hati dibatasi. Maaf jika terlalu banyak bertele-tele, karena bagiku terus terang bukanlah hal yang sepele. Setelah apapun yang terjadi inilah kesimpulan yang meski itu menyakitkan namun sama sekali tak dapat ku pungkiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines