My prince
  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2020
"Pangeran?? Gue bukan pangeran" "Ngaco lo udah jelas jelas lo pangeran lo kesini juga bareng Angkasa" "Kenalin nama gue Dewa" Dewa??lelucon macam apa ini satu minggu yang lalu saat Putri pertama masuk saeakolah dia adalah Pangeran sang ketua osis yang menyebalkan,tapi sekarang satu minggu setelahnya di restoran ini dia mengaku sebagai seseorang yang menyandang nama Dewa jelas jelas dia adalah Pangeran toh wajahnya sama perawakan nya juga sama cuman sifat nya aja yg beda masa dalam jangka waktu satu minggu dia mengganti nama menjadi Dewa.. 'Baca saja ceritanya dan temukan rahasianya':) . . . . . . Baca ya...kemudian voment dan juga comen..:) Slow update:)
All Rights Reserved
#822
pangeran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Prince or Princess (DALAM PROSES REVISI)
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • Cold Prince VS Cold Princess
  • When The Sun Give The HEART for the Moon
  • Rain
  • Introvert Hangover [COMPLETED]
  • Princess and The Devil(21+)βœ”
  • My Perfect BoyFriend
  • Obsession Prince
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines