Story of Nirvana

Story of Nirvana

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis bermata biru laut yang indah itu tengah merasakan hembusan angin laut dari pinggir tebing, dari kejauhan lelaki dengan tubuh bak dewa yunani berlari menghampiri nya. "Jika kau ingin mati, bukan disini tempatnya. Jangan jadikan laut sebagai tempat untuk kau meregang nyawa! Laut tak punya salah padamu, biarkan laut hidup tanpa sesal. Karena ialah banyak orang membencinya!" -Ocean Delano Martiez Gadis itu tersenyum, ia terkekeh kecil. Siapa yang ingin mati? ucapnya dalam hati. Di atas tebing yang menghadap luasnya hamparan laut sore itu kisah Nirvana bersama Ocean di mulai. Akankah ombak besar yang menunggu mereka dapat menghancurkan batu karang yang mereka ciptakan?
All Rights Reserved
#1
xp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • Pop the Question
  • Exodus
  • GALAXY : Choice Of World (END)
  • AIRIS
  • 𝕋ℝ𝔸ℕ𝕊𝕄𝕀𝔾ℝ𝔸𝕊𝕀 ℂℝ𝕐𝕊𝕋𝔸𝕃
  • HALOALKANA
  • Behind You!

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines