We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Story of Nirvana

Story of Nirvana

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis bermata biru laut yang indah itu tengah merasakan hembusan angin laut dari pinggir tebing, dari kejauhan lelaki dengan tubuh bak dewa yunani berlari menghampiri nya. "Jika kau ingin mati, bukan disini tempatnya. Jangan jadikan laut sebagai tempat untuk kau meregang nyawa! Laut tak punya salah padamu, biarkan laut hidup tanpa sesal. Karena ialah banyak orang membencinya!" -Ocean Delano Martiez Gadis itu tersenyum, ia terkekeh kecil. Siapa yang ingin mati? ucapnya dalam hati. Di atas tebing yang menghadap luasnya hamparan laut sore itu kisah Nirvana bersama Ocean di mulai. Akankah ombak besar yang menunggu mereka dapat menghancurkan batu karang yang mereka ciptakan?
All Rights Reserved
#2
xp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HALOALKANA
  • Exodus
  • Because You Are My First
  • GALAXY : Choice Of World (END)
  • AIRIS
  • Behind You!
  • Pieces of Light
  • Quant (On Going)
  • FLOWER OF LOVE (Tamat di KBM dan Karyakarsa)

Sosok Alda yang dingin selalu di hadapkan dengan Kana, cewek keras kepala dan sangat ambisius. Sampai mereka terlibat hubungan pekerjaan yang rumit. "Gue terlalu bego buat lo yang terlalu baik, Kana. Gue cowok pengecut yang nggak berani ngomong jujur ke lo. Gue tahu lo udah tersakiti, itu kenapa gue nggak mau lebih nyakitin lo. Satu hal yang sangat gue sesalin sekarang. Gue belum sempat ngomong, kalau gue mencintai lo Kana Agnesa." ~Alda Nugraha~ Kana terus memikirkan apa yang terjadi di dalam hidupnya, satu persatu sosok laki-laki yang ia sayang terus mengkhianatinya. Sampai ia menanamkan harapan penuh pada sosok Alda yang bahkan belum bisa menerima kehadirannya. Melepaskan orang yang berharga dalam hidup kita memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menyembuhkan rasa sakit hati karena di khianati oleh orang yang kita sayang juga tidak semudah mengatakan ikhlas. Entah bagaimana Kana melanjutkan hidupnya setelah kepergian Alda. Apakah mereka akan dipertemukan kembali dikehidupan masa depan. Atau justru mereka perlahan akan saling melupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines