Story cover for Memories by bumibarat
Memories
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Oct 03, 2019
"Berawal dari sebuah kata yang menumbuhkan rasa. Ketika jarak tidak berarti apa-apa bagi kita. Tapi setelah apa yang terjadi, apakah aku akan baik-baik saja saat dia semakin pergi menjauh. "

Sabita Fiona gadis manis dengan dua lesung pipi mempunyai hubungan jarak jauh dengan Muhammad Daniel Fahrizal. Hubungan mereka awalnya baik-baik saja namun sesuatu terjadi yang membuat Fahri semakin jauh darinya. 

Sanggup kah Sabita melewati masa itu? Masa sulit yang baru ia alami.
All Rights Reserved
Sign up to add Memories to your library and receive updates
or
#165ldr
Content Guidelines
You may also like
(Not) A Dream School (On Going) by AnggiPratiwi935
25 parts Ongoing
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
You may also like
Slide 1 of 10
Elegi Rasa : Pergi cover
The Rainbow is Over cover
EPIPHANY cover
Rumah Tanpa Atap cover
PACARNYA BOO (Sudah Terbit) cover
Nissa & Nathan (COMPLETED) cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Ali Arkhan cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover

Elegi Rasa : Pergi

30 parts Complete

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.