We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
pahit nya jalan kehidupan

pahit nya jalan kehidupan

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Saat saya masih kecil ingin rasanya cepat dewasa . Karena saya pikir menjadi dewasa itu menyenangkan. Tapi saya salah Realita yang ada tidak seindah ekspetasi saya. Jalan kehidupan yang begitu rumit sering kali membuat diri ku lemah dan tidak sanggup untuk bertahan. Namun saya berfikir kembali kenapa saya tidak bisa menjalani kehidupan ini? Sedangkan diluar sana masih banyak, bah kan ada yg lebih dari saya yang hidupnya sangat rumit. Maka dari situ lah saya belajar dari mereka untuk bertahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Embun Pagi
  • M E M O R Y  (On Going)
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • To My 19-Year-Old
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Here With Me
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • PAPA BARU UNTUK MAMA ( END ) VKOOK - TAEKOOK
  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines