The Perfect Wife

The Perfect Wife

  • WpView
    Reads 519
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2019
"kaum adam bagian single kayaknya benar-benar hampir punah deh Na" "hah, kenapa emang din ?" "iya.. lo kan lihat sendiri hampir tiap minggu pasti ada aja temen ataupun kenalan kita yang kawin... lo harus siap-siap praktekin ilmu pelakor yang udah gue ajarin kalau lo nggak mau jomblo seumur hidup Na " "Nauzubillah.. amit-amit ya Allah.. gila lo ya. Lo pikir gue cewek apaan, sorry to say ya mbak Dini yang terngawur gue lebih baik nikah sama duda daripada ngerebut suami orang" "hahaa.. gue kira lo bakal ngomong mending nggak kawin daripada ngerebut laki orang. Ternyata lo pengen kawin juga ya Na.." "pengenlah ! gila aja gue mau sendiri terus. Nikah ya Din bukan kawin.. penggunaan bahasa lo emang sering aneh" Dan satu bulan kemudian Ayna pun menikah dengan duda dan beranak satu. Semesta memang semudah itu mengabulkan do'a Ayna tanpa peduli jika waktu itu dia sedang bercanda.
All Rights Reserved
#692
duda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • Istri Sementara??
  • PELANGI UNTUK KU
  • Istri Cadangan
  • Bidadari untuk Ayahku [END!]
  • My bastard husband
  • Dilema Cinta

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines