Abu abu

Abu abu

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 4, 2019
.. "Mah indah berangkat dulu yah, udah telat nih" ucap indah sambil berjalan keluar rumah. "mampus gua telat nih" ucap indah degan tergesa gesa sambil melihat jam tangannya yang menunjukan jam 07.15 dan gerbang yang sudah setia menutup dengan penjagaan ketat dari bapak satpam berkumis ini. terlihat seorang cowo berseragam yang sama dari SMA Negeri 1 Margasari sedang berjalan degan santainya menuju ke arahnya. tanpa rasa gelisah atupun takut dihukum sama sekali. jadi Kamilah berdua ya telat, terlihat seorang guru kiler menghampiri kami, dan akhirnya kami dihukum untuk lari 3X mengelilingi lapangan yang cukup luas ini. "eh tunggu gue dong, larinya jangan kecepetan cape ni gua " ucap indah sambil menyamakan lari cowo tersebut. cowo itu tak juga menjawab dan akhirnya dia berkata satu kata"lelet".sambil terus berlari. "ih ni orang nyebelin juga yah".setelah melewati 2X putaran tinggal 1X lagi indah merasa pusing dan akhirnya. brukk. indah terjatuh lemas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NUNET
  • Bara [REVISI]
  • gadis boneka? (END)
  • ZERGAN
  •  ALZERA (On Going)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • cinta dingin sang ketos
  • Kisah tanpa kasih di SMA
  • Sweet Combat
  • 𝑨𝒌𝒖 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝑫𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓
NUNET

"Entah kenapa gua ngerasa kepergian lo kali ini terasa beda" lirih Rere "Beda gimana?" tanya nunet Rere menghembuskan nafas panjang. "huffft... ya gua ngerasa kepergian lo kali ini, sangat jauh, jauh sekali, sehingga gua ngerasa kali ini lo gak akan kembali... " "huuussttt..!!! ngomong apa sih lo? pokok nya gua gak mau tau ya, saat gua kembali, orang pertama yang gua liat itu lo, gua gak peduli sesibuk apapun jadwal lo ntar, gua pengen Lo yang jemput di sini, di bandara ini..." jawab nunet sambil melangkahkan kaki menuju sumber suara pengumuman keberangkatan pesawat nya menuju Papua. Rere hanya terdiam sambil menatap di balik kaca bandara melihat nunet yang melambaikan tangan ke arah Rere, mengisyaratkan bahwa dia akan segera pergi. **** "Kisah ini berlandaskan dari kisah nyata, bahwa cinta jarak jauh hanya untuk orang-orang hebat..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines