We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Final Letter

The Final Letter

  • WpView
    Reads 1,036
  • WpVote
    Votes 759
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 9, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
Apakah memahami seseorang berarti harus menanggung sunyi tanpa jeda? Namun, berapa lama jiwa dapat bertahan sebelum luluh dalam lenyap yang tak bernama? Ataukah, cinta sejati justru menuntut keberanian untuk berpisah agar keduanya tak mati dalam asa yang sama? Dysa pikir, segala tentang Galang telah benar-benar sirna. Nama, kenangan, bahkan rindu yang dulu begitu rajin singgah pun perlahan menua. Hingga akhirnya, satu surat yang terlambat tiba menutup bab kisah mereka lewat kata-kata yang tertunda. "Kisah kita memang telah usai, tapi biarlah kenangan ini menjadi sajak yang kelak abadi. Karena tak semua yang indah harus dimiliki, dan tak semua yang pergi perlu disesali."
All Rights Reserved
#2
sspsonglitnovella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Story of My Life (Kelesah)
  • Shorts Story
  • SMARA DIKTA
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • Petualangan yang Tidak Pernah Selesai
  • Hambaruan
  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • Become an Extra or Main Character [END]
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines