Story cover for nAkeD by FreziAmirulloh
nAkeD
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 04, 2019
Banyak yang sibuk menutupi, mengakali, mensiasati agar jadi kemasan dan jadi daya tarik untuk lebih dikenali agar tercapai tujuan materi sisi melimpahnya. saya ingin dikenali dengan cara dibaca dan dipelajari tanpa melihat visual sampul dan warna. sudahh cukup banyak jenis manusia yang dijumpai, entah sekedar berpapasan atau berkenalan dan tak jarang mencoba memandang dan saling pandang untuk menjadi kenangan dan dikenang dikemudian waktu setelah hari ini. Begitupun buku, banyak buku yang sangat menarik perhatian sampai naluri permainan warna dan kata, tentu saja sedikit gambar atau simbol penggoda semata bahkan tak jarang daya tarik sampul mengalahkan isi. Mencoba memulai hal dengan telanjang karena manusia terlahir telanjang meski di ranjang atau di selembar tikar, tetap saja telanjang. Banyak manusia mencari baju untuk memberi kesan telanjang, ketika diperlakukan efek telanjang tidak menerima dan menggaungkan lalu memberi judul tidak beretika. Dasar manusia, dan sayangnya saya pun manusia dan pembedanya dari memaknai "telanjang" itu sendiri. Ketika kita tidak menemukan sampul pada sebuah buku atau tulisan, kalimat apa yang akan dipikirkan untuk selanjutnya diucapkan? Di sini saya bukan bercerita, saya mencoba mengungkapkan yang tak terlalu sengaja dipikirkan dalam sebuah tulisan yang mana sedikit banyaknya menjelaskan sudut pandang subjektifitas saya bagaimana manusia menilai suatu karya, baik sastra maupun volinya. Dimana fokus mengkonsep kemasan dan lupa konsep isi dari karya tersebut sesekali butuh kesederhanaan dengan sedikit warna, sedikit bentuk, tanpa banyak memprioritaskan sampul atau kemasan jadi daya tarik awal untuk menggoda pembaca atau penguasa berani membaca agar tanah air kembali jaya seperti cerita-cerita yang sering dielu-elukan oleh motivator harian atau kagetan.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir nAkeD a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah de akmal1505
25 partes Continúa Contenido adulto
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
Syal Merah de FabianBadaiAntashena
5 partes Continúa
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
A Z I Z I  (21+) cover
Strong Girl cover
Ferrell Harland Natio  cover
Greshan Story 🔞 cover
ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)   cover
THE UNYIELDING  [END] cover
Gadis Manis (Fresha). END cover
Syal Merah cover

Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

25 partes Continúa Contenido adulto

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.