We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Startline: New Beginning

Startline: New Beginning

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Mengisahkan tentang kehidupan sehari hari sang karakter utama. Kisah tentang anak remaja malang yang tidak diterima di semua sekolah pilihannya, dan terpaksa bersekolah di sekolah khusus idol. Yang lebih parahnya lagi ia tidak tahu apa apa tentang dunia entertainment. Bisakah ia bertahan di sekolah itu sampai kelulusannya nanti? (alur ceritanya santai) Start : 28 Oktober 2019 End : ???
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Perfect Life
  • Can I ?
  • WE ARE DREAMERS!
  • Before I Knew Light
  • ALWAYS US (END)
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Bearly Attracted
  • Became the Terminally Ill Supporting Male Lead's Rabbit Spirit

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines