Sweet But Psycho

Sweet But Psycho

  • WpView
    GELESEN 12,909
  • WpVote
    Stimmen 1,467
  • WpPart
    Teile 18
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Dez. 3, 2020
Aku tidak tahu kenapa ia begitu menginginkanku padahal aku baru pertama kali bertemu denganya. Dia lelaki yang manis menurutku. Dia juga sangat menghargai perempuan. Tapi aku takut jatuh terlalu dalam padanya. Sedangkan dirinya hanya seperti pelangi yang indah sesaat lalu hilang tanpa jejak. Sosoknya manis dan sedikit posesif tetapi dia mempunyai sisi kejam dalak dirinya. **** ***** ***** **** Aksa pun mendekatkan wajahnya ke arah Lisa.Tak terasa keringat dingin menghiasi wajahnya Lisa takut pada pemuda di depanya ini karena kejadian tadi yang membuat Aksa tersenyum miring dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah lisa. Cup! Satu kecupan di mendarat di pipi Lisa,Lisa mendongak tak percaya "Kenapa lo cium gue!?". "Itu tanda kalau lo milik gue,lo sekarang pacar gue! Gue nggak butuh pendapat lo!" Lisa menatapnya tak percaya siapa dia berani menyuruhnya?. "Gue nggak mau!" Tolak Lisa. "Gue kan udah bilang gue nggak butuh pendapat lo!" Aksa mengelus rambut Lisa lembut "Apa perlu gue kasih kissmark biar lo tahu lo itu milik gue"Sontak Lisa menggeleng. "Kalau lo nurut sama gue,gue bisa jadi pacar yang manis tapi kalau lo nggak nurut jangan salahkan gue kalau gue jadi pacar yang kejam" Lisa ngeri mendengarnya.
Alle Rechte vorbehalten
#8
yonglis
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • this is me
  • RadenRatih
  • She Pluviophile
  • ALSTARAN [END]
  • Arsyilazka
  • ADYRA
  • Don't Go Away
  • BarraKilla
  • NEYLASKARA
  • VAGALDARA [TERBIT]

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien