Behave

Behave

  • WpView
    Reads 8,673
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
"Kau siapa?" tanyaku, tapi dia tidak menjawab. Hanya berdiri diam di balik meja makan di mana aku sedang duduk di salah satu kursinya. Seorang pria bertubuh tegap menjulang tinggi di sebrang meja ini sedang berdiri. Menatapku dengan tajam. Tuxedo hitam yang dikenakannya terlihat begitu pas dan membuatnya sangat menawan. Wajahnya juga tampan. Rahang kokoh yang terbentuk sempurna dengan bibir yang tidak terlalu tebal, namun berlikuk seperti seharusnya. Sangat indah. Rambutnya hitam pekat, terlihat rapih seperti baru dicukur. Alisnya tebal dengan bola mata yang berwarna sedikit abu-abu. Tampan. Tunggu, "Bagaimana kau bisa masuk?" tanyaku lagi ketakutan. Lamunanku buyar saat mengingat seharusnya dia tidak ada di tempat ini. Seharusnya dia tidak bisa memasuki rumah ini. Padahal pintu utama sudah aku kunci saat pulang sekolah tadi, lalu bagaimana dia bisa masuk? "Kau pencuri?" Hening. "Me-mengapa kau hanya diam?" lirihku. - Lady Louise Ortega - "Aku adalah Velasco." - Leonard Bezos Velasco -
All Rights Reserved
#35
sadism
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving You
  • Arion (End)
  • Secrets and Agreements
  • Sleeping With My Boss
  • Jane [OPEN PO]
  • Cuddling Myself
  • Trapped By A Pervert
  • Sebatas Angan Senja
  • [COMPLETED] 7 Days
  • I Am Drugs [Completed]

*** Cerita ini khusus 18+ *** " Kamu suka sama aku??? " tanya Renno marah kepada Allea, sahabat sejak ia duduk di bangku TK. "A..aa..ku" timpal Allea terbata bata, karena baru kali ini melihat Renno memandangnya dengan mata menyalang marah. "Cukup!!! jadi benar ini alasan Tasya menolakku!!!" sela Renno kepada Allea dengan suara yang sangat keras sampai membuat seluruh orang-orang melihat mereka. "Renn, apa yang kau lakukan??" sela Tasya yang baru datang ke kantin tempat Renno berteriak teriak marah. "Dia ..." tunjuk Renno kepada Allea yang sekarang menunduk menahan tangis ," telah merusak persahabatan kita". "Apa maksudmu??" tanya Tasya tak mengerti. "Kau menolakku karena dia kan, karena Allea menyukaiku." jelas Renno. "Renn..." panggil Allea serak menahan air mata "Diam kau!! aku tak sudi kau memanggil namaku. Kau memang murahan, berani sekali kau menyukaiku padahal kau tahu bahwa aku menyukai Tasya, kau telah merusak persahabatan kita." tunjuk Renno yang masih dengan teriakan penuh amarahnya. Allea sudah tidak sanggup lagi, ia lari meninggalkan tempat yang membuatnya malu setengah mati. Semarah itukah Renno mengetahui bahwa ia menyukainya sampai Renno begitu mudah menghinanya di depan teman teman SMA mereka. Allea menangis sejadi jadinya, dia sudah menahan perasaannya sampai sekarang dan tak ada orang yang tau, tapi tiba tiba Renno datang ketempat mereka biasa istirahat dan berteriak teriak kepadanya seolah ia melakukan dosa yang teramat besar. Bagaimana Renno bisa tau itulah yang sekarang ada dipikiran Allea saat ini. Written by JOY

More details
WpActionLinkContent Guidelines