Matcha Adellina

Matcha Adellina

  • WpView
    Reads 3,898
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
Bagi Mat, dunia itu tak berotasi, dunia menetap pada porosnya terbukti dari dirinya yang selalu saja mendapatkan ketidakadilan. Luka bertumpuk luka, pilu bertumpuk pilu hingga semuanya menggunung dan mengoyak hidupnya. Hingga di hari itu, hari dimana ia merasakan dunia sedikit berotasi, ia malah kembali mendapatkan sebuah pengkhianatan. Ia membenci segala sesuatu yang ada pada hidupnya termasuk dirinya sendiri dan juga namanya sendiri. Dia hanyalah gadis serba rata-rata dengan otak yang rata-rata pula. Nama yang lebih pantas disebut sebagai nama makanan ketimbang nama orang sebagai alasan ia membenci namanya. Hanya satu yang ia syukuri dalam hidupnya, ia bersyukur menjadi seorang anak tunggal, setidaknya ia hanya sendiri merasakan perihnya hidup karena dilahirkan oleh seorang wanita yang tak pantas mendapatkan gelar ibu, memiliki seorang ayah yang sama sekali tak pantas disebut kepala keluarga. Matcha Adellina. Gadis yang menganggap dunia menetap pada porosnya. Gadis serba rata-rata yang pada akhirnya merasakan dunia berotasi karena seorang lelaki. Mat dengan dunia yang sebelumnya hampa kini telah dikelilingi manusia luar biasa. Hanya satu yang menjadi pertanyaan. Apakah selamanya dunia Mat akan berputar?
All Rights Reserved
#731
ceritasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • VANILLABLUE
  • ALFHALETT
  • ARDILA & DINAR
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Penuh Luka (On Going)
  • Rätsel ( Revisi )

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines