Matcha Adellina

Matcha Adellina

  • WpView
    Reads 3,898
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
Bagi Mat, dunia itu tak berotasi, dunia menetap pada porosnya terbukti dari dirinya yang selalu saja mendapatkan ketidakadilan. Luka bertumpuk luka, pilu bertumpuk pilu hingga semuanya menggunung dan mengoyak hidupnya. Hingga di hari itu, hari dimana ia merasakan dunia sedikit berotasi, ia malah kembali mendapatkan sebuah pengkhianatan. Ia membenci segala sesuatu yang ada pada hidupnya termasuk dirinya sendiri dan juga namanya sendiri. Dia hanyalah gadis serba rata-rata dengan otak yang rata-rata pula. Nama yang lebih pantas disebut sebagai nama makanan ketimbang nama orang sebagai alasan ia membenci namanya. Hanya satu yang ia syukuri dalam hidupnya, ia bersyukur menjadi seorang anak tunggal, setidaknya ia hanya sendiri merasakan perihnya hidup karena dilahirkan oleh seorang wanita yang tak pantas mendapatkan gelar ibu, memiliki seorang ayah yang sama sekali tak pantas disebut kepala keluarga. Matcha Adellina. Gadis yang menganggap dunia menetap pada porosnya. Gadis serba rata-rata yang pada akhirnya merasakan dunia berotasi karena seorang lelaki. Mat dengan dunia yang sebelumnya hampa kini telah dikelilingi manusia luar biasa. Hanya satu yang menjadi pertanyaan. Apakah selamanya dunia Mat akan berputar?
All Rights Reserved
#148
ipa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • I LO(lea)VE YOU! [COMPLETED]
  • MALA
  • The Boat of Blossoms
  • Horibble Woman (END)
  • ARDILA & DINAR
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Why you Comeback
  • TRAP!

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines