•Bucinan Gw•

•Bucinan Gw•

  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2019
*SIMPLE AJA* "Kalau kamu sedang direndahkan, berarti kamu lebih tinggi Kalau kamu dijelekan, berarti kamu lebih bagus Kalau kamu diomongin, berarti kamu itu TOP"
All Rights Reserved
#4
aella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • World Of Magic [1]
  • thank you my sky
  • Tentang Kita • winrina
  • hanya kamu istri ku
  • 𝐀 𝐁𝐎𝐘 𝐅𝐑𝐎𝐌 𝐃𝐄𝐒𝐀 𝐏𝐔𝐑𝐍𝐀𝐌𝐀 ; KOOKMIN
  • Two Step Behind You (End)
  • MOST WANTED
  • MY PROMISE TO YOU || YEONTAE
  • 𝐋𝐀𝐍𝐆𝐈𝐓 𝐁𝐄𝐑𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀
  • come back home

"Apa salah gue?" Ev "Gak ada yang bisa di persalahkan" Aji "Mungkin takdir yang salah" Juna "Takdir tak pernah salah" Aji "Apa gue yang salah memilih takdir?" Ev "Tak ada yang bisa menentukan takdirnya sendiri" Aji "Bukan dirinya sendiri, tapi orang lain" Juna "Tidak diri sendiri ataupun orang lain" Aji "Jika memang begitu, lalu kenapa dia bisa mengubah takdir gue?" Juna "Itu yang terbaik untuk kita, takdir selalu menentukan yang terbaik dari yang terbaik" Aji "Tak semua takdir menentukan yang terbaik" Ev "Berfikirlah positif tentang takdir" Aji "Apa mencelakai orang, bahkan membunuh orang itu takdir yang terbaik?" Ev "Apa takdir gue yang semula manusia sekarang menjadi bagian dari siluman kelelawar terkutuk itu yang terbaik?" Juna "Gue di buang, gue di jauhkan dari keluarga kandung gue dan di asuh keluarga yang lain, kemudian gue membunuh mereka dengan kekuatan gue yang pada saat itu gue gak tau apa apa, itu yang namanya takdir selalu menentukan yang terbaik?" Ev "Mereka tak pernah membuangmu, mereka punya alasan untuk menjauhkanmu demi untuk keselamatanmu, mereka gak mau nyawa lo dalam bahaya" Aji "Apa sekarang nyawa gue aman? Apa sekarang gue gak akan membahayakan nyawa orang lain lagi?" Ev Aji dan Juna terdiam. "Nggak, semua ini sia sia, nyawa gue tetap dalam bahaya dan gue tetap membahayakan nyawa orang lain. Ini akan tetap berlanjut kecuali gue yang nentuin takdir gue sendiri, mulai sekarang gue akan nentuin takdir gue sendiri" Ev

More details
WpActionLinkContent Guidelines