Mas Blangkon & Ning Ogah

Mas Blangkon & Ning Ogah

  • WpView
    Lecturas 32
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida sáb, oct 12, 2019
WpInfo
No ficción
Etiquetascerpenperdana
"Assalamu'alaikum, Neng!" "Bagaimana kabar?" "Baik-baik saja keluarga?" Raden menyapa dengan sopan, namun tak ada jawaban dari si Ening yang sedang sibuk menata rengginang di dalam toples kaca di meja tamu. Dalam batin Raden selalu dihantui rasa takut, kalau-kalau Ening tersinggung, marah, merasa gak nyaman atau merasa dirusuhi. sedikit langkahnya mundur lalu, membalikkan badan hendak keluar. "Yaudah, kalo' gamau diganggu aku pergi saja," "sekali lagi, mas minta maaf ya Ning," gumamnya sambil melangkahkan kaki ke pintu, lalu mengucap salam. "Assalamu'alaikum." Raden keluar dengan perasaan kecewa berat. Tidak hanya kali ini ia merasa kecewa dan menyesal. Hari-hari sebelumnya Raden sering merasakan seperti ini. Sejak Raden bercanda berlebihan dan dengan penuh percaya diri Raden mengungkapkan perasaannya kepada si Ening. Sontak saja Ning yang masih usia belasan tahun itu tercengang dan syok berat. Raden yang selama ini dianggap sebagai kakaknya sendiri sekaligus pembimbing belajar, ternyata memendam rasa kepadanya. Berulang-ulang Raden meminta maaf dan seolah meralat kalau itu cuma candaan saja. Sementara Raden terus menutupi perasaannya dengan penuh rasa kecewa dan menyesal yang semakin bertambah. Permohonan maaf pertama yang Raden lakukan ialah mengajak Ning jalan-jalan sambil beli makanan kesukaannya ditambah traktiran es krim "Sunday" di kedai Mc D plasa dekat alun-alun. Namun Ening beralasan sibuk banyak PR. Dari situ Raden tahu kalau si Ning ogah jalan lagi sama Raden. Ada upaya yang kedua, ketiga dan itulah terakhir.. [Simak saja kelanjutan ceritanya...]
Todos los derechos reservados
#38
perdana
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KARAFERNELIA
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Become Baby Boy✓

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido