Moving Too Fast

Moving Too Fast

  • WpView
    Reads 1,550
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2015
Alice terlalu terobsesi dengan Disney dan selalu saja berpakaian seperti Alice In Wonderland, bahkan sikat giginya saja bergambar Mickey Mouse. Umurnya memang tujuh belas tahun, tapi semua orang melihat sikapnya yang bertingkah seperti anak lima tahun yang senang sekali mengenakan gaun pink dan mahkota plastik. Cita-citanya ingin menjadi seorang putri dan tinggal di istana megah bersama pangeran tampan nya dan mempunyai 7 anak kurcaci yang imut. Bahkan ia memanggil Ibunya dengan sebutan "Ibu peri". Tapi semua orang tahu kalau itu semua tidak mungkin terjadi pada satu pun manusia di dunia. Karena, come on, ini sudah zaman modern dan sejarah menikahi seorang binatang buas berhati lembut itu sudah hilang ditelan waktu. Alice mengeyel, ia selalu mengeyel. Ia percaya bahwa semua kisah Disney itu bisa menjadi kenyataan. Bahkan dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, kalau sosok Peter Pan itu ada di muka bumi... dan ada di depan matanya. Peter Willis. Copyright (c) 2014 by Sowhatevergirl
All Rights Reserved
#11
alice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Another World
  • Banana Milk - Choi Soobin (TAMAT ✔)
  • The Childish Girl
  • THE KINGDOM OF METZ
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • INFERNO: The Lost Prince
  • MY BOY MY KISS [REVISI]
  • Olif from Dejua

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines