Story cover for Peripatetic by crownses
Peripatetic
  • WpView
    LECTURES 122
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 3
  • WpView
    LECTURES 122
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 3
Terminé, Publié initialement oct. 07, 2019
Sebuah senjata berada dalam genggaman tangan kanan pemuda berkaki jenjang yang kini berjalan sempoyongan di tengah keramaian kota. Kepalanya begitu sakit, perutnya seperti sehabis bermain roller coaster sepuluh putaran. Tubuhnya terasa begitu remuk, serta darah segar 
mengalir dari pelipis, hampir-hampir seperti pelepah pisang yang disayat ujungnya.

Ia menumpu tangan di kedua lutut, mengumpulkan kembali kesadarannya yang telah tercecer.

Perlahan, mata yang sebelumnya sayu tersebut kemudian membulat. 

Ia mendongak, mentari di atas kepala terasa begitu menyengat hingga ke ubun-ubun, satu senyum simpul terulas dari bibir.

"Here we go, again? another universe?"
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Peripatetic à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#97project
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Black Out III, écrit par Alya_M24
17 chapitres Terminé
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.
A Boy Without Identity | Kim Nam Joon ✓, écrit par curiouscitie
38 chapitres Terminé
Jangan pernah menyerah untuk membaca cerita ini Plagiarisme akan kutuntut di Pengadilan Tuhan Catatan : Cerita ini tidak sekadar fantasi. Dibumbui teka-teki tentang mencari keberadaan seorang pembunuh, serta kritik sosial. Catatan kedua : Beberapa part ditulis ketika author belum memahami betul PUEBI, jadi tolong dimaklumi. Thriller + Fantasy Rupanya, Kim Namjoon adalah seorang dari masa lalu yang terlempar ke masa depan. Dia adalah Kim Daehan yang menggunakan identitas dirinya dalam wujud reinkarnasi di masa ini, yaitu Kim Namjoon. Sementara Kim Namjoon dibunuh oleh seorang pembunuh yang terlibat dengan Walikota Yoon Juyeon. Dia adalah Louis, yang tak diketahui identitasnya karena tak pernah meninggalkan jejak ketika membunuh. Hanya satu petunjuk, yaitu ukiran 'L' pada bagian tubuh korban yang baginya adalah penyebab dari suatu dosa. Untuk kembali ke masa lalu, Kim Namjoon harus menemukan identitas asli Louis. Karena hanya dengan itulah, ia bisa menebus dosanya di masa lalu dan bisa melewati portal. Dibantu seorang reporter bernama Kim Yoora, gadis yatim yang tinggal sendirian di Kota Seoul. Tapi keinginannya untuk kembali ke masanya benar-benar menusuk jantung. Karena perpisahan dengan Yoora, gadis yang amat ia cintai akan terjadi. Sementara alam, ia tak akan membiarkan Namjoon tetap berada di abad ini. Dan bagi Yoora, Namjoon adalah pemuda yang mampu mengakhiri kesedihannya. [Maafkan jika ada typo] Cast : BTS EXO TXT NCT GFRIEND SEVENTEEN
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
MORALLESS cover
Reflection cover
TARGETED || JUNGKOOK FF [Translate] [END] cover
Kiss or Kill ME? cover
Black Out III cover
Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN] cover
A Boy Without Identity | Kim Nam Joon ✓ cover
The lethe ✔️ cover
Moon & Earth || Choi Soobin [Revisi] cover
King of Demigod : Into The New World  cover

MORALLESS

17 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes

[Be wise: Mature + Erotic] Aku bertanya-tanya, dari mana semua kekacauan ini bermula? Apa dari kehidupan pertunanganku yang hambar dan menyakitkan? Sepertinya tidak. Ketika aku mengingatnya lagi, seketika aku menyesal setengah mati. Kenapa saat itu aku tidak langsung menyadarinya dan menjauhinya ketika dia berkata: "Aku tidak peduli kau punyanya siapa. Kau pacar siapa atau bahkan istrinya siapa atau bahkan mantan pacar dan mantan istrinya siapa. Kalau aku ingin dirimu, berarti hanya dirimu, Hasa. Aku juga tidak peduli bagaimana caraku mendapatkanmu, merebut atau apa pun pasti akan aku lakukan. Jika kau tidak ingin aku jadi pengkhianat, maka terimalah aku masuk ke dalam kehidupanmu, hatimu. Perlahan saja, aku juga selama ini selalu sabar menunggumu dan membuatmu percaya bahwa aku yang terbaik untukmu, bukan hyung." Jeon Jungkook yang membawa api dengan begitu besar dan panasnya. Dia tidak peduli siapa saja yang sumbunya akan terbakar, entah itu orang ku anggap teman tapi ternyata memendam sesuatu yang 'salah' dariku atau mantan tunanganku. Tebak, di mana letak kegilaannya lagi? Ya, mereka semua bersahabat, bahkan jauh sebelum aku dan mereka saling mengenal. "Tidak ada satupun jalan di dunia ini yang tidak akan aku lewati untuk mendapatkanmu."