Kamar Terkutuk

Kamar Terkutuk

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 14, 2019
Seorang pemuda yang baru saja meninggalkan kota kelahirannya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perkuliahan. Di kota barunya tersebut, dia bertempat tinggal di sebuah kost yang terawat namun menyimpan cerita yang kelam dibaliknya dan sialnya cerita kelam tersebut berada di dalam kamar kost Dino. Selama menempati kamar tersebut, Dino seringkali merasakan gangguan terhadap dirinya bahkan gangguan tersebut pernah membuat Dino berpikir untuk meninggalkan kost tersebut tetapi rasa keingintahuan Dino sangat besar sehingga rasa tersebut membuat Dino tetap bersikeras bertempat tinggal di kamar kost tersebut untuk memecahkan kutukan yang berada di kamar tersebut.
Todos los derechos reservados
#476
kutukan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dino untuk Debi
  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • Kucing Hitam
  • JINGGA (Bab 1 s/d Bab 38) ENd ✔️
  • Hayun (✓)
  • Misteri di asrama tua
  • Gelap Mata [SEVENTEEN]
  • Kost Berhantu
  • Geist | Treasure
  • Kutukan Tumbal

Dino si cowok cenayang yang bisa membaca pikiran siapa saja. Ganteng dan tajir tapi sedikit berbicara, dan tidak pernah memiliki pacar. Berbeda dengan Debi, cewek tajir, cantik, dan memiliki mantan yang dibilang tidak kaleng-kaleng. Semua apa yang diinginkannya pasti akan terpenuhi, sampai suatu ketika ada kejadian di mana dia harus mengorbankan perasaan dan hidupnya demi keluarga. Bertemunya dengan Dino membuat hidup Debi jungkir balik, perasaannya tidak pernah bisa terkontrol dengan baik. Dari sekian orang, hanya satu orang yang tidak bisa dia baca pikirannya. Dia adalah Debi. Semua terlihat hanya hitam dan putih. "Terasa seperti memiliki ikatan batin, disaat apa yang gue ingin lakuin justru lo yang lakuin duluan."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido