Cahaya Cinta Habibah

Cahaya Cinta Habibah

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2019
--- "Wanita dinikahi karena empat hal:hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, maka kalian akan beruntung."(H.R. Bukhari) --- Aku mencintaimu bukan karena elok paras wajahmu namun aku mencintaimu karena akhlak yang ada pada dirimu, ketulusan yang ada di hatimu, cinta dan kasih sayang yang terpancar di mata tajammu itu. Aku mungkin hanya perempuan salah satunya dalam hidupmu, hanya perlu kamu tahu bahwa kamulah lelaki satu-satunya yang ku harapkan menjadi jodoh dunia dan akhirat-ku nanti. Aku bertanya-tanya apakah mungkin masih ada rasa dihatimu untukku saat kamu membagi cinta pada perempuan lain, jika masih ada 'Sanggupkan kamu bersikap adil? Jika sebaliknya maka akanku pertanyakan pada diriku sendiri 'Sanggupkah aku merelakanmu? Judul: Cahaya Cinta Habibah Genre: Romance-Religi Penulis: Dllayfrnndh Ditulis awal: Pada tanggal 29 Oktober 2019
All Rights Reserved
#641
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Surat Cerai EDISI REVISI [TAMAT]✔️
  • Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit]
  • Imamku Guru Fisika Tampan
  • Lathifa [END]
  • Cinta Sabilla | √
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Pangeran Hingga Jannah I END
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines