My World
  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2020
Awalnya nggak ad sih niatan mau masuk pesantren,gue tuh awalnya mau masuk smk jurusan gp lo pada nggak tau kan soalnya jurusan nya tuh terbilang langka sih menurut gue Geologi pertambangan tapi kalo di pikir pikir mau jadi apa gue kalo masuk smk nggak punya keahlian Setelah pemikiran yang panjang akhirnya gue putusin masuk pesantren Tapi nggak tau pemikiran dari mana gue tuh minta pesantren nya jauh dari rumah biar mandiri kata gue sok so an And then gue di pesantren yang ada di tasik malaya kata tante gue sih pesantren nya bagus Kebayang nggak gue yang pemalas ceroboh suka buat onar tiba tiba hidup sendiri OMG Liat aja kisa gue nih Ambil aja hikmah nya Gue sih bersyukur aja namanya juga takdir kan nggak ada yang tau Jangan lupa vote yahh Gue tantang baca sampe part 5 dulu deh 1-4 ny belum masuk ke yang seru
All Rights Reserved
#393
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Admire Or Love
  • Mencintai dalam diam (end)
  • My Life, My Destiny
  • Don't Talk About Money
  • My Duchess / End
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Ayesha Transmigration
  • Selamanya
  • ALVIN (On Going)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

Berpendidikan tinggi tak menjamin seseorang mengetahui segalanya. Pasti ada satu hal yang tidak di ketahui. Contohnya aku. Aku yang tak mengerti sama sekali tentang permasalahan hati. Katakan saja aku ini gadis bodoh. Memang aku ini bodoh. Bodoh dalam hal asmara. Bodoh dalam hal hati. Tak mengerti letak rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Hanya karena tak mengenal arti ke-empat rasa itu, aku membuat hati sesorang patah. Memang tak parah. Tapi tetap saja aku sudah menggoreskan luka di hati seseorang. Kisahku bermula saat mengenal dua remaja laki-laki yang berbeda karakter. Aku dekat dengan keduanya, tapi rasa yang ku rasakan di setiap remaja laki-laki itu berbeda. Dan aku tak tahu apa maksud rasaku itu? Mau bertanya pada sahabatku atau orang yang telah berpengalaman? Jujur saja aku malu. Karena aku selalu masa bodo tentang laki-laki di depan mereka, padahal dalam hati kecilku, aku sangat antusias. Mau tak mau aku cari tahu sendiri, hingga aku sadar dimana rasaku berada? Hatiku ini memilih siapa? Dan saat aku sudah sadar, semuanya telah terlambat. Terlambat menyadari rasaku sendiri. Gimana pas baca deskripsinya? Ada rasa-rasa penasaran? Kalo ada jangan lupa tambahin cerita ini ke readinglist kalian ok;) Baca+vote+komennya di tunggulho❤️. Happy Reading🎉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines