We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PUJAAN HATI

PUJAAN HATI

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sudah 3 bulan sejak kejadian itu,kejadian yang mengubah pandanganku,tentang sesuatu yang lebih misterius dari semesta.Cinta,sederhana bila diucapkan sulit bila kita rasakan. Rina satu satunya wanita yang selalu ku tunggu berharap diri ini ada di sampingnya.Status sudah tak penting lagi,teman sekalipun tak apa,asal bisa melihat senyumnya. Entah mengapa dan sejak kapan dia menjadi alasan diri ini bertahan.Sering pulang telat dan mengikuti berbagai macam kegiatan yang bersinggungan denganya saja sudah sangat beruntung. Dulu jika diingat kita pernah sedekat nadi,bertukar kabar,menerka nerka sedang apa,dan disitulah momen paling aku rindu saat ini. Andai saja egoku bisa dikendalikan mungkin pada akhirnya kita tidak seperti ini,canggung.Bisa dikatakan menjadi orang asing seperti dulu yah walaupun sekar.ang sudah kembali semula itu tak merubah sama sekali. **** Tentang perasaanku,kamu tak usah risau.Biar aku saja yang merasakan pahitnya menunggu. **** Akan ku rawat rasa ini bagai pohon kecil dan kuberi pupuk harapan agar tumbuh besar menjadi sesuatu yang tak ternilai.Semoga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Assalamualaikum Cinta
  • Kamu [SELESAI]✔
  • my story
  • M E M O R Y  (On Going)
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • VIA-AMARA
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines