cinta yang rumit

cinta yang rumit

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing14m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2020
Hembusan angin membawa rambut ku berkibar dan mebuatku sangat terbuai dengan elusannya yang selalu menyentuh kulitku. Ku memandangi matahari yang terbenam dari rooftof gedung tua bersama seorang lelaki di sampingku. "mengapa cinta itu sungguh rumit "ucapku membuka pembicaraan pada seorang lelaki disebelahku "tidak jika kau berani menghadapinya"jawabnya tidak mengalihkan pandangannya dari sunset didepannya "sudah berapa kali aku menghadapi cinta yang ujungnya berakhir rumit ,padahal aku sudah berani menghadapinya, walaupun..... akhirnya selalu saja menjadi rumit"jawabku "bagaimana cara kamu menghadapi cinta"jawabnya dan mukanya beralih memandangku "dengan aku selalu mengatakan cinta kepadanya"jawabku membalas pandangan dia terhadapku "bagaimana cinta mu tidak rumit kalau kamu selalu menyatakan cinta terus kepadanya "ucapnya diikuti smirk nya "ko gitu bukan kah emang nya harus seperti itu"ucapkudengan menautkan alisku "dengar lea cinta itu dirasakan bukan dinyatakan cinta itu butuh perasaan bukan perkataan dan cinta akan berakhir bahagia jika kamu tidak menyangkalnya bahwa dia merumitkan oke"ucapnya sambil memegang kedua pipiku yang buat jantungku sedang maraton saat ini "ba---iklah akan ku coba"ucapku terbata bata sambil melepaskan tangannya dipipiku.
All Rights Reserved
#64
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inquilab (Complete ✅)
  • THE VILLAIN'S LOVE GROWS FOR HIM.
  • RAYUWAR CIKIN AURE
  • A Full Moon Is Poison to Some, to Others, Magic (One Shot)
  • Word Of Action!✔️
  • "Goodbye Curly Head"
  • GoGo Tomago x Maler Reader
  • Inside The Book (Dekuverse)

"Just tell me that it was all a misunderstanding!" Unhone dard bhari awaz mein pucha, aur bebasi unki awaz mein saf sunai de rahi thi jisne mera dil kachod kar rakh diya. "Please, I am begging you." Yeh alfaaz jaise teeron ki tarah seedha dil ke paar ho gaye. Unki awaaz ki dard bhari kapkapahat, unki aankhon ki nami, aur woh bebasi jo unke har shabd ke saath aur gehri hoti ja rahi thi-sab kuch mujhe tod raha tha. Meri saanson ki raftaar tez ho gayi. Maine apni aankhein band kar li, jaise agar maine unki taraf dekha toh apne jazbaat par kabu na rakh paungi. Lekin meri chup, meri khamoshi, unke sawalon ka jawab de chuki thi. Aur shayad yehi jawab unke dil ko sabse zyada chot pahuncha gaya. Ek lamba sannata chha gaya. Main bas unki saans lene ki awaz sun sakti thi-tez, bechain, aur dukh se bhari hui. "Was that all a lie?" Unki awaaz ab ek kanpate hue ilzaam ki tarah lagi. "Did you never love me? Not even for a moment?" Meri ungliyan meri dupatte ko bechaini se muthhi mein jakkar rakhne lagi. Main unse aankhein nahi mila paayi. Phir unhone woh shabd kahe jo mujhe meri hi nazron mein gira gaye. "Was this marriage also a part of your plan?" Ab ki baar, unki awaaz mein sirf dukh nahi, ek toot chuki rooh ki goonj thi. Jaise har umeed, har yakeen, har pyaar ek pal mein bikhar gaya ho.

More details
WpActionLinkContent Guidelines