My fragile emotions

My fragile emotions

  • WpView
    LECTURAS 77
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 24, 2020
WpInfo
Poesía
My fragile emotions Cerita ini menceritakan Seorang wanita Yang sangat Rapuh akibat tidak bisa menahan emosinya Apakah kalian juga punya emosi yang sangat tinggi? Wanita Di cerita ini, orang nya sangat periang, suka membuat lelucuoan yang membahagiakan orang, walaupun Hatinya sedang rapuh. Di balik rapuh nya Cewek ini memendam perasaan kepada seorang cowok yang tidak berani ia Dekati, karna apa....... Karnaaaa..... Issdaaa kepoooo... Baca aja nanti Ceritanya Okeeee :D
Todos los derechos reservados
#352
haru
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cerita Tentang Zeeya
  • Mencintai dalam diam
  • MAVZIVA
  • My Teacher My Husband
  • Devaul • completed
  • RAFKA [REVISI]
  • Pelupa
  • Jeya✔️
  • ADDICTED

Bukan tentang senja yang terlupa, melainkan tentang fajar yang memberi kita rasa. Suatu hari, adakalanya kita menemui kesulitan. Dan hari berikutnya, akan merasakan pencapaian yang luar biasa. Lalu suatu hari, akan jatuh lagi dan merasa tertekan. Lalu kamu menghela napas, berpikir tidak bisa menanganinya lagi. tapi kemudian, kamu melihat sesuatu yang lucu dan tertawa. Kamu makan sesuatu yang enak dan rasanya lezat. Dan kamu merasa senang saat melihat seseorang yang kamu sukai. Kurasa ini adalah sebagian dari hidup, bukan? tapi begini, semua suka dan duka ini terkadang sangat melelahkan. Semua ini menjadi sangat melelahkan, tapi meskipun demikian, hidup masih berlanjut, waktu tak berhenti. Angin masih berhembus menerpa dedaunan hingga gugur, air masih mengalir ke tempat yang ia tuju. Cerita itu tidak memiliki akhir, karena semua akhir adalah awal yang baru, Cerita ini tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita terpaku diantara tiga fase itu. Dan pada akhirnya pun semua orang akan pergi, meskipun sudah kita genggam erat sepenuh hati. . . . . Catatan dari Zeeya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido