Recall Alin

Recall Alin

  • WpView
    Reads 1,642
  • WpVote
    Votes 249
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 25, 2021
Aku tidak nyata sayang, namun kekuatan cinta mampu memanggilku "kembali" . . . . Semua rasa berkecamuk dihati dan pikiran . Banyak kata "ternyata" dalam setiap cerita . Kamu, entah siapa dan dimana yang selalu membuatku menangis dan tertawa. Kamu, adalah semua warna yang datang untuk memanggilku kepada realita. Hey namaku Alin. Aku bisa dibilang wanita yang konyol karena kelakuanku. tapi tahukah kalian aku memiliki suatu yang bisa dibilang "kelainan" pada diriku. atau mungkin aku mengidap gangguan jiwa atau bisa jadi dulu aku pernah lupa ingatan. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya sampai akhirnya aku bertemu dengan dia. Gema, seperti nama nya yang memiliki suara bergema dalam halusinasi ku. Dia lelaki yang tidak pernah menyerah menunggu dan berjuang untuk ku hingga perjuangan cintanya mampu membuat ku kembali.
All Rights Reserved
#11
pshyco
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines