MELODYMELLOW

MELODYMELLOW

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
Lika liku luka kehidupan Melody Anatasya Queenantara, sosok kaku, dingin dan tak tersentuh Hidupnya terlalu hambar, terlalu abu-abu tak berwarna Melody, nama yang indah bukan?? Dalam dunia musik berarti rangkaian dari beberapa nada yang dapat mengeluarkan suara nan indah, memanjakan indra pendengaran Tapi beda dengan sosok Melody yang menjadi pemeran utama dalam cerita ini, musik adalah sesuatu yang paling dia benci, hanya ada satu lagu yang Melody sukai, lagu Bunda, sudah beribu kali di putar, tetap saja Melody meneteskan air matanya Pengen tau ngak, kenapa sih Melody benci musik dan apa penyebab Melody cuma suka lagu Bundaa Penasarankannnnn Kuyyylahh langsung baca aja😂😂😂 Jangan lupa kritikannya yaaa Hihihihi @sajuta36 ❤💙💚💛💜
All Rights Reserved
#295
melody
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Different.
  • Sherlyta
  • Melody ✓
  • My Devil Husband
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Because Of You
  • M E L O D Y ( Senandika  )

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines