Story cover for LOVE NEEDS NO REASON by penahijrah1981
LOVE NEEDS NO REASON
  • WpView
    LECTURAS 498,071
  • WpVote
    Votos 51,127
  • WpPart
    Partes 41
  • WpView
    LECTURAS 498,071
  • WpVote
    Votos 51,127
  • WpPart
    Partes 41
Concluida, Has publicado oct 08, 2019
Contenido adulto
(BELUM REVISI)

Di kala takdir hampir berkali-kali mempertemukan mereka, di kala itu pula mereka akhirnya dipertemukan oleh Pemilik semesta. 

Zavi vs Fara. 

"Mau tahu alasan gue mau nikahi Lu?"
Zavi bertanya dan Fara menanggapi dengan malas. 

"Kenapa?"

"Pertama, karena lu beruntung jadi perempuan yang dipilih Bokap gue. 

Kedua, karena amanah almarhum Nyokap, yang minta gue nikah tahun ini. 

Ketiga, karena gue nggak mau lu jadi perawan tua di usia tigapuluhlima tahun kayak begini."

Astaghfirulloh. Tuh mulut nggak pernah disekolahin rupanya.

----

🌻 Cerita ke-4 di Wattpad

🌻 Start and end : 2019
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir LOVE NEEDS NO REASON a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENT cover
 SERENADE CINTA cover
Our Journey To Love cover
REYRA🍁 [TERBIT] cover
Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai) cover
Om Barra [TERBIT] cover
Dark+ Light cover
My Hottest Duda [Hottest Series#1] cover
REGATHAN [END] cover
ARGA [TAMAT] cover

MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENT

29 partes Continúa

⚠️PART TERBARU AKAN MUNCUL KALAU KALIAN SUDAH FOLLOW⚠️ "𝓢𝓮𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓪𝓷𝓭𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹𝓲 𝓭𝓾𝓴𝓪." - 𝓢𝓪𝓯𝓲𝓻𝓪 𝓡𝓜, 𝓐𝓵𝓫𝓲𝓻𝓾 "Ah ya gue punya istri buat diajak mati bareng." "Ayang Al kenapa ngomong gitu? Kok hobi banget ngeprank malaikat maut. Gak boleh hobi ke neraka Ayang Al." "Harus seneng lah lo, mati bareng suami lo." Lalu bagaimana kisah keduanya berlanjut? ALBIRU yang tak menyangka dipertemukan dengan gadis bernama BELLA yang ternyata banyak membawa perubahan hidupnya. Perjalanan hidup mereka juga tidak akan semulus apa yang dibayangkan, banyak kejadian mengerikan yang akan terjadi apabila tangan mereka masih saling bertautan. "Bajingan ini enaknya gue congkel aja matanya atau gue tarik aja lidahnya sampe putus?"