TIGA BAB LAGI

TIGA BAB LAGI

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 18, 2019
Gue yakin gue belum GILA. Karena seingat gue, pas pulang dari acara akadnya mantan pagi tadi gue langsung masuk kamar. Tidur bentar, trus bangun lagi, trus ngelanjutin baca novel online di sebuah web. Trus gue nggak ingat apa-pa lagi setelah itu. Mungkin gue ketiduran lagi kali ya? Tapi pas gue bangun lagi. Gue udah ada di tempat asing, dan dipanggil dengan nama yang mirip nama gue dan orang-orang yang ada di sekitar gue sama sekali nggak gue kenal. Dan lebih horrornya lagi, nama orang-orang di sekitar gue sama hidup yang gue jalanin disini sama kayak novel online yang gue baca. Hiks. Ini kali ya yang namanya transmigrasi. Kek di novel-novel cina gitu. Tapi kan gue belum mati, gue juga nggak ngalamin sesuatu yang bikin gue nggak sadarkan diri trus jatuh ke dunia novel. Ini gue kenapa coba? Ada yang tahu nggak?
All Rights Reserved
#41
parodi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • [BL] A Destiny
  • [END] Berpakaian sebagai mantan pacar yang jahat
  • Only for Villainess (Tamat)

Pernah enggak sih ngerasa kalau hidup itu bener-bener kayak roller coaster? Kadang di atas, kadang di bawah, kadang muter-muter enggak jelas. Nah, hidup gue kayak gitu. Apalagi sejak kenal dia. Nama gue Arka. Panggil aja Arka, atau kalau mau lebih akrab ya Beb. Bercanda. Gue ini tipikal kaum rebahan sejati. Mikirnya simpel, kalau bisa selonjoran kenapa harus berdiri? Kalau bisa delivery, ngapain harus keluar rumah? Target hidup gue cuma satu: selow. Main game, nonton film maraton, atau scroll TikTok sampai jempol keriting. Intinya, dunia ini diciptakan buat dinikmati dari kasur. Terus, datanglah dia. Nama aslinya Kirana, tapi gue lebih sering manggil dia, "Si Ngambek." Beneran deh, cewek ini moody-nya juara dunia. Dari hal sepele kayak gue lupa balas chat lima menit aja, sampai gue salah milih topping martabak, pasti ujung-ujungnya ngambek. Ngambeknya itu enggak yang drama nangis guling-guling sih, cuma bikin suasana jadi horor. Senyap. Aura dingin. Ngeri. Kadang gue mikir, apa ini hukuman Tuhan karena gue terlalu mager? Kok bisa-bisanya gue nyangkut sama cewek yang punya skill ngambek di atas rata-rata? Rasanya pengen nyerah aja, pengen kabur ke goa terus rebahan di sana seumur hidup. Tapi entah kenapa, setiap dia ngambek, ada aja sisi gemesnya. Setiap dia ngomel, ada aja kata-kata yang bikin gue senyum sendiri. Hubungan kami itu kayak komedi situasi yang enggak ada habisnya. Gue si rebahan yang ogah gerak, dia si tukang ngambek yang segala dirasain. Kayak yin dan yang yang salah jalur, tapi entah gimana, kami malah nyatu. Dan inilah kisah kami. Kisah asmara kaum rebahan dan tukang ngambek. Siap-siap aja, kadang bikin ketawa, kadang bikin pengen jitak kepala gue sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines