Zaktualizowaliśmy nasze Wytyczne Treści.
Zapoznaj się z najnowszymi wytycznymi, aby nadal bezpiecznie udostępniać historie.
N A D I
  • WpView
    Odsłon 181
  • WpVote
    Głosy 2
  • WpPart
    Części 10
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., gru 3, 2019
WpInfo
Fikcja
Romans
Nike yang masih asyik dengan lamunannya terus saja berjalan melewati beberapa koridor kelas XI IPS sampai ada seorang lelaki yang menabraknya. BRUGH... Tabrakan itu berhasil membuat bokongnya mulus mencium lantai. Untung sepi jika tidak Nike pasti sudah ditertawakan oleh adik adik kelasnya. Dan pastinya itu sangat memalukan! Nike mendongakkan kepalanya menatap lelaki yang hanya diam tak berniat membantunya. Lelaki itu malah melipat tangannya di depan dada dan menatap Nike yang meringis memegangi pantatnya yang sakit. "HEH! TAI LO ANJING! SAKIT BABI MAKANYA LO KALO JALAN LIAT LIAT" Nike berdiri dari duduknya dan menatap tajam lelaki didepannya ini. Sungguh menjengkelkan! Lelaki ini hanya diam tanpa berniat menolongnya bahkan meminta maaf saja pun tidak. Lelaki itu memutar badannya dan terus berjalan berlawan arah dengan kelasnya Nike. "WOY BANGSAT! GUE NGOMONG ANJING! BUDEK LO YA!" teriak Nike lagi. Entahlah kali ini dia ingin meluapkan kekesalannya pada lelaki itu dia terus mengejar lelaki itu sampai dia tersandung sesuatu. "GUBRAKKK" "tssstttt.. Aww.." rintihnya lagi. Kali ini dia menginjak tali sepatunya sendiri yang? tunggu. Lupa dia ikat di toilet tadi. Sial! Nike membatin. Lelaki itu kembali berjalan kearah Nike yang masih terduduk memegangi lututnya yang sedikit lecet. lelaki itu sedikit berjongkok untuk mensejajarkan pandangannya ke pandangan gadis berambut terurai itu. Tatapannya datar dan kelihatan misterius, wajahnya tampan, kharismanya terlihat sangat menawan, tas hitam dia sampirkan di bahu kirinya eh? Dia juga memakai jam tangan magnetik berwarna hitam tentunya berbeda model dengan yang Nike punya bahkan tangan kanannya dia masukkan ke saku celananya. Kenapa Nike baru menyadarinya? Lelaki itu sangat tampan! "Makanya lo kalo jalan liat liat" lelaki itu mengucapkan kalimat yang tadi diucapkan Nike dan dia langsung berdiri lalu berjalan meninggalkan gadis itu yang masih cengo.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • R&N (ON GOING)
  • syanin
  • ice bear kesayangan
  • Nona Gandari (Terbit)
  • ARTEMIS
  • Where's Home
  • RanZyan [bl lokal]

{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} **** ~3 tahun yang lalu~ "mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan. "Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam. "Kenapa harus gitu?" "Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan. Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati. Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini " Brakkkkkk......... #langsung baca aja! {Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!} ~Murni hasil pemikiran sendiri~

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści