"Boleh Aku Kecewa Tuhan?"

"Boleh Aku Kecewa Tuhan?"

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 11, 2020
"Cukup Tuhan! Cukup" Begitulah cara aku berontak, sesekali aku ingin mengakhiri semuanya. Aku menyapanya lalu memintanya untuk tetap ada disini, setelah beberapa kali aku mencoba mengikhlaskan semuanya lagi-lagi Tuhan menggagalkan dongeng senja yang aku bangun di tepi jendela ini Serayu di senja ini menyapa lelaki dengan mata sembabnya di pinggiran kota. Kevin dan crist bukan orang pertama yang aku perlihatkan bagaimana hancurnya hidupku setelah beberapa kali aku mengatakan "ini hanya candaan Tuhan". Iya! Aku butuh sandaran, aku butuh bahu setelah semuanya hancur berkeping-keping. Di bawah pohon tepat di pinggiran Jakarta aku kembali di ninabobokan dengan nada yang menakutkan, bukan untuk mengistirahatkan ku melainkan mengakhiri semua kesedihan di hari-hari lalu. Begitulah aku yang masih merayap mencari Bahu.
All Rights Reserved
#197
do
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • confused love
  • Strong Girl Michella (END)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Tak Seimbang ✔
  • We Be Popular (kriswu)
  • Cahaya [COMPLETED]

" Jadi, kau selingkuh?" tanya Alden tanpa basa-basi. Victor dan Nesya menoleh bersamaan ke sumber suara. "Al-den? Al- ak-." Victor menghampiri Alden yang sudah basah kuyup. "Apa, Vic? Kau benar-benar jahat. Ini alasan sekarang kau jarang menghubungi ku, hah? Kau selingkuh? Jawab Victor!" teriak Alden. Mendengar kata selingkuh. Nesya terlihat tak Terima dan langsung mendorong tubuh Alden agar menjauh dari hadapan Alden. "Siapa yang selingkuh? Aku pacarnya dari dulu. Dan, kau? Kau selingkuhannya. Dia dengan mu hanya karena ibu nya menyukai mu. Bukan karena mencintaimu." Perkataan Nesya membuat Alden tak habis pikir. Apa benar Victor setega itu? Kini, mata yang sudah memerah itu kembali menoleh pada pria yang masih mematung. "Jadi, aku pelampiasan? Victor, jawab!" bentak Alden.

More details
WpActionLinkContent Guidelines