Sae mencangkuli tanah taman... Tidak, bukan taman tapi... Makam Rin! Semua rasa sakit dari kejadian tadi seakan tak terasa... Ayunan sekop Sae berhenti ketika ia merasa membentur benda yang ia yakin bukan tanah ataupun akar. T-tangan... -ucap Sae dengan suara yang bergetar Sae lempar begitu saja sekop nya Dengan tangannya, Sae mulai menyingkirkan sisa tanah yang ada, dan di matanya kini terpanjang tubuh Rin... Yang sudah membusuk... Serta merta Sae memeluk tubuh Rin. Sae menangis sejadi jadinya. Sae tidak peduli tubuh Rin kini telah membusuk. Ini adalah tubuh Rin, tubuh adiknya tersayang dan keluarga satu satunya yang ia miliki... Maafin kakak ya Rin... gak bisa jagain kamu saat kejadian "itu" terjadi... - Sae Cover cr: pinterest Story cr: Memories: My story, My choice
More details