Wings of Lie

Wings of Lie

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
Bagaimana jika kau adalah seorang yang terpilih karna kepintaran serta intelektual yang tinggi? Dan menjadi alat perang distrik?,apakah semua itu membuatmu bangga menjadi manusia,namaku ruin aksara mahendra,aku adalah seorang crypto,terlahir di medan perang,dan tak pernah merasakan emosi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Journey international School
  • 1139 Days with you
  • Before Fall in you (rivamika)
  • Anindya
  • Dia Pilot Tampan Ku (Chikara)
  • Venom
  • Mas Iqbaal [Short Story]✔️
  • This Love?
  • Red String

"Halo, teman-teman pembaca! Terima kasih sudah membaca karyaku. Aku menulis cerita ini dengan penuh usaha, cinta, dan kreativitas. Jadi, mohon untuk tidak menyalin atau memplagiat isi cerita ini. Jika kalian suka, silakan bagikan atau rekomendasikan ke teman-teman kalian, tapi tetap hargai hasil karya dengan tidak mengambil tanpa izin. Dukung kreator dengan cara yang positif, ya! Terima kasih banyak atas pengertiannya dan selamat membaca!" Di sebuah sekolah internasional paling elit, di mana status dan kekuasaan menentukan segalanya, tersembunyi rahasia kelam yang lebih mengerikan dari sekadar persaingan akademik. Dalam situasi tertentu munculah kelompok kecil yang sangat kuat. Blood Dreamer-sekelompok siswa berbakat dengan kemampuan luar biasa-mulai mencurigai adanya praktik kriminal di balik gemerlapnya sekolah tersebut. Di balik topeng kemewahan dan prestise, mereka menemukan hierarki yang dikendalikan oleh para siswa terkuat dan terkaya, yang diam-diam menjalankan bisnis gelap: perdagangan manusia, perjudian, dan peredaran narkoba. Semakin dalam mereka menyelidiki, semakin mereka menyadari bahwa siapa pun yang berani melawan sistem ini akan menghilang tanpa jejak. Di sekolah ini, bertahan hidup bukan hanya soal kecerdasan atau kekuatan, tetapi juga tentang siapa yang berani melawan hierarki berdarah yang telah berakar kuat. Bisakah Blood Dreamer menghancurkan sistem ini sebelum mereka menjadi korban berikutnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines