Morpholove

Morpholove

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2020
Kehidupan Ama tidak sama seperti kehidupan orang lain. Ama menyadarinya. Memendam emosi yang ingin keluar dan mengabaikan perasaannya sendiri, agar orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Ama ahlinya. Semenjak berkawan dengan Nuna, Popi dan Queenvie, Ama kehilangan kebebasan dan jati dirinya. Toxic friends istilahnya. Sampai sebuah undangan sweetseventen yang teronggok di tempat sampah membawanya dekat dengan teman-teman baru. Ama kira dia telah menemukan sahabat yang dia cari selama ini, tapi dia justru merasa kehilangan dirinya sendiri. "Apa kamu yakin telah kehilangan jati diri? Atau sebenarnya jati diri itu tidak pernah ada sebelumnya?" Pertanyaan itu membuat Ama tertantang untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki jati diri. Apakah Ama mampu membuktikan hal itu? #AuthorNote : If you reading this story on any other platform OTHER THAN WATTPAD, You're very likely to be at risk of a MALWARE ATTACK. If you wish to read this story in it's ORIGINAL, SAFE, FORM, PLEASE GO TO: https://www.wattpad.com/story/202818167?utm_medium=link&utm_source=android&utm_content=share_reading
All Rights Reserved
#557
geng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HEALING
  • This is Not A Good Love Story [COMPLETED]
  • INDICATOR OF LOVE (✔)
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • Chantika
  • RECAKA
  • Ruang Hidup (SUDAH TERBIT)
  • KICK OFF
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Falling Apart (Spin Off Alverissa)
HEALING

[2022 Wattys Winner - New Adult Category] Genre: New Adult, Romance, Slice of Life Sub-genre: Mental Health, Self-Healing, Heartwarming - "Terkadang, seseorang perlu menghadapi ketakutan terbesarnya jika ingin terlepas dari rasa takut itu." Kanaya memiliki sebuah luka dari masa lalu yang tidak pernah ia buka kepada siapapun, bahkan kepada orang terdekatnya sekalipun. Ia sudah menguburnya dalam-dalam, menutupinya dengan hal-hal baik seperti kenangan indah atau aktivitas menyenangkan, dan menganggap luka itu tidak pernah ada. Ia melakukannya dengan baik selama beberapa tahun. Namun yang tidak Kanaya perhitungkan adalah hal-hal kecil yang rupanya mampu memicu luka itu untuk timbul kembali. Meskipun ingatannya masih cukup samar, tubuhnya justru bereaksi seakan-akan luka itu baru saja terjadi. - PERINGATAN: Cerita ini mengandung konten sensitif (sexual abuse, suicidal thought, mental illness, harsh words) dan konten dewasa (kissing, drinking). Tidak diperuntukkan bagi pembaca di bawah 18 tahun. Mohon kebijakannya dalam memilih bacaan dan menerima informasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines