Mara
  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Okt 26, 2021
Mara berumur 23 tahun, hidupnya yang sendiri itu menginginkan keluarga di sisinya tapi sayang dia tak mempunyai semua itu hingga disuatu hari mara bertemu dengan lelaki yang tak pernah di kenalnya meminta untuk menikahi dirinya "mas! masnya mau kawin sama saya enggak?"-menepuk lelaki yang ada di sampingnya "..."-mario menatap datar wanita yang mengajaknya '?' itu ___________ kalian mau gendre gimana? di baca silahkan gak di baca juga ya monggo terserah kalian orang saya nulis pun buat saya baca sendiri yang penting heppy : )
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#47
mara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mawar Hitam Berdarah
  • Mr. Right For Now
  • accident
  • Cewek Agresif VS Cowok Polos (TAMAT)
  • Duda Lebih Menggoda (END)
  • Cloera Love Ending
  • Teman Halalku
  • I love you, Mas Duda
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]

Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, namun tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Kini ia hidup seorang diri dan menetap di rumah peninggalan sang nenek. Rumah minimalis yang bersebelahan dengan rumah besar itu menjadi satu-satunya tempat bagi dia berlindung. Namun, ketenangannya terusik saat mendapati seorang pemuda tengah menyantap makanan yang dia buat untuk sarapannya. "Oh, kamu pembantu baru dirumah ini?" Tanya sang pemuda sambil memindai tubuh Maria dari atas kebawah. "Pe_pembantu kamu bilang?" Maria menggertakan gigi kesal. Pemuda itu bangkit menghampiri Maria yang mematung shok. "Yups. Ngomong-ngomong, Nuginya mana ?" Belum sempat Maria membalas, Nugy sudah berdiri diambang pintu sambil mengatur nafas karena kelelahan berlari.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan