Rasa kehilangan seharusnya sudah sangat terasa akrab dibenak ku. Namun sudah seberapa kali rasa itu ada dikehidupanku. tetap saja, aku belum bisa terbiasa dengan rasanya. Air mataku selalu meminta untuk keluar. seolah, dia ingin memberitahu bahwa aku benar-benar merasa sakit.
Untuk pertama kalinya, aku yang harus meninggalkan, seseorang yang sudah kutumpahkan seluruh rasa cinta yang aku punya, setelah orang-orang yang aku cinta sebelumnya pergi lebih dulu.
Ternyata, rasa sakit yang berulang kali aku rasa, bukan apa-apa dibanding rasa sakit, saat harus meninggalkannya.
Jika takdir bisa di tawar, rasanya aku lebih baik ditinggalkan saja.
Aku terus menahan semua yang ada di hati dan pikiranku. Mencoba tersenyum di depannya meski tidak tulus.
Badai.. Ada badai di hatiku yang berkecamuk. Begitu menyakitkan, membuatku muak. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Kenapa sakitnya tidak mau hilang.. Kenapa rasanya begitu menyakitkan..