Rasa kehilangan seharusnya sudah sangat terasa akrab dibenak ku. Namun sudah seberapa kali rasa itu ada dikehidupanku. tetap saja, aku belum bisa terbiasa dengan rasanya. Air mataku selalu meminta untuk keluar. seolah, dia ingin memberitahu bahwa aku benar-benar merasa sakit.
Untuk pertama kalinya, aku yang harus meninggalkan, seseorang yang sudah kutumpahkan seluruh rasa cinta yang aku punya, setelah orang-orang yang aku cinta sebelumnya pergi lebih dulu.
Ternyata, rasa sakit yang berulang kali aku rasa, bukan apa-apa dibanding rasa sakit, saat harus meninggalkannya.
Jika takdir bisa di tawar, rasanya aku lebih baik ditinggalkan saja.
Aku memang sangat mencintai mu
bahkan dengan setulus hati, tapi kini aku terlalu kecewa dan sakit pada mu. Cinta tulus yg ku punya hanya bertepuk sebelah tangan,kau mempermainkan ku bahkan Kau kau juga menjadikan ku bahan taruhan mu...
Apa mencintaimu harus sesakit ini....