Bintang Yang Terbelah⭐

Bintang Yang Terbelah⭐

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagai bintang yang terbelah dua. Satu memancarkan cahaya terang, satu memancarkan cahaya redup. Sama halnya dengan 2 saudara kembar yang tidak identik. Memiliki penyakit langka memang menyedihkan, hal itu yang di alami antara ke 2 saudara. Seiring berjalannya waktu hyunra si gadis yang penyakitan berubah drastis, membenci hyunna entah apa yang terjadi sampai membuat hyunra seperti itu. Membuat salah satu bintang pergi darinya. Bagai langit dengan tanah. Langit di atas, tanah di bawah. hahaha ga ada gunanya. Banyak orang ngejar langit, makin banyak orang juga yang menginjak tanah-hyunra Sampai kapan mau ngejauhin kakak lu sendri?-hyunna
All Rights Reserved
#11
reynan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Egois
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • ARKANANTA
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Echoes of Seven - Gema dari tujuh saudara
  • Air Mata di Ujung Kertas [TAMAT]

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines