My Childish Wife

My Childish Wife

  • WpView
    OKUNANLAR 138,602
  • WpVote
    Oylar 4,081
  • WpPart
    Bölümler 11
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Per, Ara 26, 2019
(17+) "Kakak yakin gak mau ena-ena di malam pertama kita?" ucapan Aurel membuat Aska sontak membalikkan badannya. "Emangnya lo tau ena-ena apaan?" Aska menyorot Aurel dalam. Tak percaya dengan kata-kata yang barusan dilontarkan gadis polos itu. "Hehehe.. Gak tau. Tadi Tika bilang kalau malam pertama itu suami bakal minta ena-ena." jawab Aurel polos. "Jangan sebutin kata itu lagi. Kita cuma berdua aja di kamar. Lo mau gue 'makan' sekarang?" "Kan kakak tadi nanya. Kakak manusia harimau ya?" "Manusia lah" ujar Aska dengan datar. "Terus ngapain mau makan Aul?" Aurel kembali bertanya dengan wajah polosnya yang membuat Aska semakin gemas. "Arrgghh.. Tuhaann.. Gue memang pengen istri yang polos tapi gak bego kayak gini jugaa ..."
Tüm hakları saklıdır
#138
istri
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Anak Kecil Ngomongin Cinta?
  • CAVANDRA (TERBIT)
  • ISTRINYA REVAN!
  • ALA
  • Arista ( Tamat )
  • Dating Demi Gengsi
  • Cloera Love Ending
  • Unplanned marriage

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi