KIRANADITA

KIRANADITA

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah seorang gadis Panti Asuhan dalam menggapai mimpinya menjadi pianis professional di tengah-tengah rintangan dan cobaan hidupnya. Sejak kecil, ia tidak pernah merasakan kebahagiaan. Bahkan, ia tidak pernah sekalipun terlihat tersenyum. Entah apa alasannya. Suatu hari, untuk yang pertama kalinya ada seorang pria dekat dengannya. Pria itu telah membuatnya merasakan kebahagiaan. Hidupnya menjadi berwarna. Tidak hanya itu, sepertinya pria itu juga menjadi penyemangat dalam hidupnya dan menjadikan mimpi-mimpinya semakin nyata. Tapi sayang, ketika kebahagiaan itu mulai datang, kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Sebuah mobil menabraknya, hingga ia kritis dan koma selama satu bulan. Setelah sadar, ia malah harus menghadapi kenyataan, berupa matanya yang tidak lagi bisa melihat. Entah sampai kapan ia harus menghadapi cobaan hidup ini. Apakah bisa ia tetap sabar menghadapi semua ini ? Atau justru menyerah dan memutuskan untuk melakukan hal konyol seperti bunuh diri? Baca critanya dan nikmati !!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 18 Tahun
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Penjara suci
  • Arsyilazka
  • Ideal Boyfriend [TAMAT]
  • Secret Love (Tamat)
  • Putri Tidur & Mawar Hitam
18 Tahun

Amala mempertaruhkan waktu dan tenaganya untuk menuruti semua kemauan mama. Cukup bertahun-tahun ia diatur seperti boneka. Ia ingin terbamg tinggi seperti rajawali atau elang yang tidak diatur oleh langit kemana ia harus terbang. Alisa si gadis pencinta sastra yang kepribadiannya seperti seseorang yang sedang membaca buk, wajahnya tidak terlihat karena tertutup buku yang ia baca. Larut dalam kalimat, diksi-diksi dalam novel . Alisa pemalu dan tidak memiliki teman. Harapannya ketika menjalani dunia perkulihan ia memiliki teman. Dua remaja perempuan yang bertemu di tempat yang sama. Mereka masing-masing memiliki masalah, harapan, dan beban yang dipundak mereka masing-masing. Yang satu senang karena memiliki teman tanpa harus minta izin untuk berteman dengan siapa. Yang satunya lagi senang karena doanya terkabul. Hidup mereka lebih berwarna, tidak hitam dan putih lagi. Mereka menemukan kebahagiaan mereka dengan cara mereka sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines