Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

  • WpView
    Reads 131,222
  • WpVote
    Votes 2,572
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 28, 2020
Aku memang hanya ber-status "istri" hitam di atas putih. Tapi cintaku tulus untuk laki laki yang sebulan lalu mengucap janji sehidup semati di depan keluargaku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan menjadi istri sebaik mungkin untuknya. Tapi nyatanya cintaku hanya terbalas hanya karena ber-status suami istri yang sah bukan karena cinta. Dan dia memilih mencintai perempuan selain aku. Yaa.., inilah kisah ku - Defina Eltasya-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still You (END)
  • Still The Same
  • Luka yang Membawaku Pulang
  • we too Good to be Forgotten [END]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Istri Bayangan ( Sudah Terbit)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Aku mengantarkannya hingga sukses, saat Ia masih bukan siapa-siapa, aku mendampinginya, menyemangati, bahkan membantunya dengan segala kemampuanku hingga aku kelelahan dan berkali-kali keguguran, aku dan Kaivan begitu sedih, tapi aku harus kembali kuat dan menguatkannya demi cita-cita kami. Dulu, aku percaya jika cinta yang aku punya cukup untuknya, hanya diriku yang dibutuhkannya, Ia akan setia padaku. Namun, semua salah, sejak Ia banyak mendulang kesuksesan pada setiap usahanya, dengan alasan sibuk, aku sering ditinggalkan, terbersit dalam fikiranku jika Ia tidak lagi membutuhkan aku, tapi aku hempaskan semua fikiran itu, aku meyakini jika aku harus memberi kepercayaan padanya. Aku menyibukkan diri melakukan hal lain, sangat membantu untuk menghilangkan rasa kesepian yang aku rasakan, aku mengembangkan usahaku, hasilnya diluar perkiraanku, aku pun mendulang sukses karena memiliki banyak pelajaran dan pengalaman berusaha dengan Kaivan. Sementara Kaivan semakin sibuk dengan dunianya, semakin mengabaikan aku. Perlahan, semua tabir terbuka, Ia yang aku percayai teganya mengkhianati cintaku. Aku menangis, meraung, menjerit tidak terima, berbulan-bulan aku menahannya, selalu menunggunya untuk berbicara dari hati ke hati, berusaha mempertahankan rumah tangga kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines