PUISI-PUISI NDESO

PUISI-PUISI NDESO

  • WpView
    Reads 1,293
  • WpVote
    Votes 240
  • WpPart
    Parts 70
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 30, 2022
Banyak hal yang bisa direnungkan dengan aneka percikan dinamika kehidupan di dusun, yang bisa dicatat oleh hati nurani dan diunggah di wattpad menjadi ragam puisi. Entah itu Budaya Unik Khas Setempat, Entah itu Fauna-Flora yang bertahan hidup, Entah itu Getar Jala Rasa Manusia Dalam Ruang dan Waktu Entah tinggal di keheningan desa mata hati menjenguk hulak dunia ... Entah imajinasi naluri batin mengembara Entahlah Selamat mereguk secangkir pahit-manis kopi puisi-puisi ndeso. Sruput.. KriswanDriyanto Kebun Dongeng Catramanjiwa
All Rights Reserved
#59
bersyukur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • JANTRA JALA JIWA
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines