My Future Doctors

My Future Doctors

  • WpView
    LECTURAS 13,043
  • WpVote
    Votos 1,306
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 21, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Dia selalu bekerja "seperti biasanya". Memeriksa pasien "seperti biasanya". Dan menghabiskan jam istirahat di salah satu ranjang pasien, atau terjaga hingga pagi hanya untuk melewati jam jaga malam "seperti biasanya". Namun tanpa dia sadari, ternyata Ichiharada Nanase sudah meninggalkan banyak hal di masa lalunya. Dia tidak pernah berpikir kalau kehidupan "seperti biasanya" yang dia jalani akan berubah. Semua orang yang dia kenal selalu bisa membuatnya tertawa, bercanda bersama, berlari penuh semangat, dan mengejar waktu untuk nyawa seseorang. Sama seperti suara sirine ambulance yang selalu membuatnya bersemangat, semua hari yang dia habiskan terasa penuh tawa. Sampai hari yang tidak "seperti biasanya" datang pada Nanase, membawa seseorang yang mengatakan kalau dia mengenalnya. "Seperti biasanya", harusnya kata itu yang pertama kali ke luar saat seseorang datang dan berkata kalau dia mengenalnya, harusnya "seperti biasa" juga mereka akan dipenuhi canda dan tawa, berpacu dengan waktu dan nyawa seseorang, tapi ... sejak orang itu datang, hari-hari Nanase tidak pernah terasa "seperti biasanya" lagi. Amnesia Lakunar yang Nanase pikir tidak akan sembuh, perlahan kembali dan membawa rasa sakit itu lagi.
Todos los derechos reservados
#58
medical
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • YOUR FUTURE DOCTOR
  • Jurnal Dokter Muda
  • RETROGRADE : Behind The Lie
  • JANUARRESSYA
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Cinta Pertama (Yoyo&Hana)
  • DUNIA HAMPA
  • Heartbeat Trauma
  • Help Me! (18+ / Ended)

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido