After The Climax

After The Climax

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 26, 2019
Menceritakan sebuah kisah hidup Kalla, seorang perempuan yang punya banyak kisah kelam sampai dunia pun rasanya tidak pernah memihak padanya. Sebuah gambaran depresi yang menyakitkan hanya karena sebuah perubahan perilaku dan sifat yang entah tersembunyi lalu muncul dengan tiba-tiba. Klimaks dalam hidup yang begitu menderita. Tertanam cerita cinta yang menghidupkan batin yang nyaris tak bernyawa. Sebuah perasaan yang saya alami akhir-akhir ini dan saya lampiaskan ke dalam sebuah tulisan. Do'akan saya untuk menuliskan cerita ini sampai akhir. Thank you. Happy reading!!!
All Rights Reserved
#90
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Kalaya [END]
  • Love And Friendship
  • SELF LOVE
  • Let Me Love You Longer
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Paradise
  • Humanize Human
  • Secarik Luka [Complete]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines