Bunga Untuk Dirga √

Bunga Untuk Dirga √

  • WpView
    Reads 1,341
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
[ flower story ] -one 🌻 ' budstory Terkadang semua perhatian seseorang yang dulunya biasa saja tapi, hari demi hari membuat tumbuhnya rasa yang datang tiba-tiba. Mungkin di waktu yang salah? Sama yang seperti Bunga rasakan. Hari demi hari perlakuan Dirga yang dianggapnya biasa saja bahkan mungkin katanya tidak ada apa-apanya. Tapi Bagi Bunga, hal itu membuatnya semakin yakin. Yakin bahwa Dirga juga memiliki rasa yang sama, rasa seperti dirinya merasakan hal itu. "Senyumnya ituloh.. yang bikin gue susah buat move on!" -bunga "Dirga itu lagi ngerebut satu hati tuan putri." "Yang jelas, mereka bohongin perasaan mereka masing-masing! padahal suka." -zara "Ha?"
All Rights Reserved
#559
bunga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • RAGA [Completed✔]
  • Converge With You [On Going]
  • KEPERGIAN SENJA
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • Grafi [End]
  • About a Diandra Story

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines