JASMINE

JASMINE

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2020
Jasmine Holland Celly seorang badgirl berwajah cantik tetapi otak pas kkm membuat pesonanya tetap banyak digilai oleh para lelaki , namun pekerjaan papanya mengharuskan Jasmine pindah ke Jakarta , membentuk awal pertemuannya dengan seorang lelaki super dingin memiliki otak keenceran yang luar biasa , Jasmine tertarik disaat semua lelaki mengejar serta menggilainya tidak bagi seorang lelaki gunung es yang sangat susah diluluhkan , apakah kehidupan Jasmine akan berwarna dengan adanya gunung es , atau justru membuatnya tersakiti untuk kesekian kalinya Nichole Abigar lelaki super dingin berparas tampan serta manis bila tersenyum menampakkan lesung dipipinya bertumbuh jangkung , menjadi kebanggan guru2 dianugerahi otak yang encer seperti air mengalir menambah daya tariknya , kehadiran Jasmine seperti benalu yang harus dia singkirkan , namun apakah dengan kehadiran Jasmine justru sangat dibutuhkannya _mencintai seseorang yang dingin dan misterius memang harus butuh ekstra tenaga ya_jasmine Holland Colly _sesuatu yang kita harapkan , terkadang tidak sesuai ekspektasi_Nicole Abigar
All Rights Reserved
#242
tenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • NATASHA
  • NADIRA
  • diary blue
  • ARHANAYA || SUDAH TERBIT ||
  • ALDARA [SUDAH TERBIT]
  • 𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔
  • Bad boy & Fake bad girl✅
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines